Minggu, 20 April 2014

Meniran



(Phyllanthus urinaria Linn)
manfaat daun meniran, kasiat daun meniran, tanaman meniran









A.    KLASIFIKASI TANAMAN
Kingdom : Plantae
Divisio : Spermathophyta
Sub division : Angiospermae
Class : Dicotyledonae
Ordo : Euphobiales
Family : Euphorbiaceae
Genus : Phyllanthus
Species : Phyllanthus urinaria Linn
B.     DESKRIPSI TANAMAN
Meniran merupakan tanaman liar yang berasal dari Asia Tropik yang tersebar di seluruh daratan Asia, Afrika, Amerika dan Australia. Tinggi batangnya 30 – 50 cm, berwarna hijau kemerahan (Phyllanthus urinaria) atau hijau pucat (Phyllanthus niruri), bercabang-cabang.
Daun tunggal, letak berseling. Helaian daun bundar telur samapi bundar memanjang, ujung tumpul, pangkal membulat, permukaan bawah berbintik kelenjar, tepi daun rata, panjang 1,5 cm lebar sekitar 7 mm, berwarna hijau. Pada satu tanaman terdapat bunga jantan dan bunga betina. Bunga jantan keluar dari bawah ketiak daun, sedangkan bunga betina keluar dari atas ketiak daun. Buah meniran berupa buah kotak, bulat pipih, licin, diameter 2- 2,5 mm. Bijinya kecil, keras, berbentuk ginjal, berwarna coklat.
C.    KANDUNGAN KIMIA
Meniran mengandung lignan yang terdiri dari phyllanthine, hypophyllanthine, phyltetralin, lintretalin, nirathin, nitretalin, nirphylline, nirurin, dan niruriside. Terpen yang terdiri dari cymene, limonene, lupeol, dan lupeol acetate. Flavanoid terdiri dari quercetin, quercitrin, isoquercitrin, astragalin, rutine, dan physetinglucoside. Lipid terdiri dari ricinoleic acid, dotriancontanoic acid, linoleic acid, dan linolenic acid. Benzenoid terdiri dari methylsalicilate. Alkaloid terdiri dari norsecurinine, 4-metoxynorsecurinine, entnorsecurinina, nirurine, phyllantin, dan phyllochrysine. Steroid berupa beta-sitosterol. Alcanes berupa triacontanal dan triacontanol. Komponen lain berupa tannin, vitamin C dan vitamin K.
D.    EFEK FARMAKOLOGIS DAN HASIL PENELITIAN
Efek fermakologis dari herba ini adalah antioksidan, antikarsinogen, pereda demam (antipiretik), antiradang, membersihkan hati, peluruh kencing (diuretik), peluruh dahak, peluruh haid, menerangkan penglihatan, dan penambah nafsu makan.
Beberapa penelitian yang telah dilakukan untuk menguji khasiat meniran yaitu :
         Pemberian infuse meniran hijau 10% dan 20% dapat menurunkan kadar glukosa darah dibandingkan dengan kontrol (Lucky Puspita dewi, 1995, FF UBAYA)
         Ekstrak herba meniran dengan konsentrasi 11,70 mg/ml, 23,40 mg/ml, dan 46,80 mg/ml mempunyai daya antibakteri terhadap kuman S. aureus dan V. cholera. Efek antibakteri ini disebabkan ekstrak herba meniran mengandung resin atau damar, tannin dan alkaloid. Peningkatan kepekatan ekstrak herba meniran mempengaruhi diameter daerah hambatan pertumbuhan kuman. Semakin besar konsentrasinya maka semakin besar pula diameter yang dihasilkan (Indah Wulandari, 1995, JB FMIPA UNAIR).
         Pemberian meniran dalam bentuk suspensi dengan dosis 45 mg/kg.bb, 90 mg/kg.bb, dan 180 mg/kg.bb secara per oral dapat berkhasiat sebagai antihepatotoksik pada tikus putih (Giguk Tri Harianto, 1995, FF UNAIR).
         Infus herba meniran pada kadar 50% menunjukkan efek yang jelas untuk penghancuran batu kandung kemih buatan pada tikus putih. Pemerikasaan secara kualitatif dengan mengidentifikasi komponen senyawa-senyawa penyusun batu kandung kemih buatan pada tikus putih didapatkan kalsium, oksalat, magnesium dan fosfat (Fenty Roza, 1996, FF UP).
         Ekstrak metanol daun Meniran mempunyai efek antibakteri paling tinggi terhadap bakteri Staphylococcus aureus, Bacillus subtilis, Escherichia colli, dan Pseudomonas aeruginosa. Efek ini disebabkan senyawa antibakteri pada Meniran seperti phyllanthin, hypophyllanthin, niranthin, dan nietetralin. Ekstrak petroleum eter dari batang, daun, dan akar Meniran juga menunjukkan efek antifungi.
         Kandungan flavonoid dan glikosida flavonoid adalah senyawa yang paling sering digunakan dalam pengobatan asam urat dan batu ginjal. Karena itu, Meniran yang kaya akan senyawa flavonid, dapat digunakan untuk mengobati asam urat dan batu ginjal.
Di dalam tubuh, flavonoid akan berikatan dengan kalsium dari batu ginjal lalu membentuk senyawa kompleks kelat yang mudah larut. Ion-ion Na dan K dalam Meniran akan berikatan dengan asam urat membentuk senyawa garam yang mudah larut dalam air sehingga asam urat yang telah mengkristal di dalam darah dan ginjal akan terlarut secara perlahan dan kemudian akan dikeluarkan melalui air seni. Meniran juga bersifat diuretik (membantu keluarnya air seni). Dengan cara tersebut, Meniran digunakan untuk mengatasi asam urat dan batu ginjal ataupun penyakit lain yang disebabkan oleh asam urat seperti rematik gout.
         Penelitian terbaru menyingkapkan bahwa Meniran memiliki aktivitas immunomodulator. Immunomodulator berperan membuat sistem tubuh lebih aktif menjalankan tugasnya, termasuk menguatkan sistem imun/sistem kekebalan tubuh. Jika sistem imun meningkat, maka daya tahan tubuh terhadap serangan berbagai bakteri dan virus juga meningkat.
         Sistem kekebalan tubuh bekerja dengan 3 cara. Pertama, menghalangi masuknya bakteri dan virus ke dalam tubuh. Kedua, jika bakteri dan virus berhasil masuk ke dalam tubuh, sistem kekebalan tubuh akan mendeteksinya dan melakukan proses eliminasi sebelum bakteri dan virus tersebut berkembang biak dan menyebabkan penyakit. Ketiga, jika bakteri dan virus terlanjur berkembang biak, maka sistem kekebalan tubuh akan memberantasnya.
         Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak Meniran dapat memodulasi sistem imun melalui proliferasi (penyebaran) dan aktivasi limfosit T dan B, apabila perlawanan sistem kekebalan alami kita tidak mencukupi. Limfosit T dan B bekerja menurut jenis serangan virus dan bakteri yang terjadi. Selain itu, Meniran juga berfungsi mengaktivasi sel fagositik seperti monosit dan makrofag yang bertugas memberikan potongan patogen (agen biologis penyebab penyakit) kepada sel T sehingga patogen tersebut dapat dikenali dan dibunuh.Karena bersifat immunomodulator, Meniran dapat digunakan untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh terhadap bakteri, virus, dan mikroba penyebab penyakit sehingga dapat mencegah berbagai penyakit yang disebabkan bakteri, virus, ataupun mikroba.
         Kemampuan Meniran sebagai immunostimulator membantu merangsang aktivitas sel natural killer (NK) dan sel killer (K). Jika toksisitas kedua sel tersebut meningkat, sel-sel yang mengalami mutasi dan abnormal (sel kanker) akan dihancurkan oleh keduanya.
         Phyllanthin dan hypophyllanthin merupakan komponen utama yang diduga berperan aktif dalam penurunan kadar gula darah. Hal tersebut ditunjukkan oleh hasil penelitian terhadap tikus yang sudah diinduksi aloksan (zat kimia yang diberikan untuk memicu kondisi diabetes pada hewan percobaan). Ternyata, tikus yang diberi ekstrak Meniran menurun kadar gula darahnya. Meniran terbukti berperan sebagai antidiabetes.
         Hasil penelitian menunjukkan bahwa Meniran juga berfungsi sebagai hepatoprotektor. Sekelompok tikus diinjeksi karbon tetraklorida (zat penginduksi hepatotoksik). Ternyata, yang diberi air rebusan Meniran mengalami perbaikan organ liver. Meniran mengandung senyawa antihepatotoksik seperti filantin, hipofilantin, triakontanal, dan trikontanol.heSelain itu, senyawa phyllanthus dalam Meniran juga diketahui bekerja sebagai pelindung hati (hepatoprotektor) dengan cara menyabotase DNA polimerasi (enzim yang diperlukan virus hepatitis untuk bereplikasi/menggandakan diri). Dalam sebuah penelitian di India, 59% pasien yang menderita infeksi hepatitis B menunjukkan kadar HBV infection yang makin kecil setelah mengonsumsi Meniran selama 1 bulan.
         Hasil uji klinis di RS Soetomo membuktikan bahwa Meniran berkhasiat mengatasi hepatitis B. Pasien hepatitis kronis diberi sebuah kapsul Meniran 3 kali sehari selama sebulan. Ekstrak Meniran dapat memodulasi sistem imun melalui proliferasi dan aktivasi limfosit T dan B. Sekresi TNF-α dan IFN-α pun meningkat. Efek akhirnya, indikasi kesembuhan hepatitis. Meniran mendorong mekanisme perbaikan sel-sel hati dengan cara meningkatkan jumlah enzim yang berperan sebagai antioksidan.
dr. Zulkifi Amin, pakar imunologi TBC dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, sepanjang tahun 2000 melakukan uji klinis Meniran terhadap penderita tuberkulosis. Uji klinis melibatkan 60 penderita usia 15-55 tahun. Pasien dibagi menjadi 2 kelompok, masing-masing terdiri atas 30 anggota. Kedua kelompok tetap diberikan obat-obatan anti TBC. Bedanya, 1 kelompok diberi juga tambahan kapsul ekstrak Meniran 50 mg. Frekuensi 3 kali sehari masing-masing 1 kapsul. Selama 2 bulan keadaan mereka terus dipantau. Pada minggu pertama efek Meniran terlihat sangat nyata. Jumlah bakteri tahan asam (BTA, salah satu indikator TBC) pada pasien yang mengonsumsi Meniran berkurang nyata pada minggu pertama. Perbedaan jumlah BTA antara pasien yang mengonsumsi Meniran dengan yang tidak sangat signifikan. Meniran membantu meningkatkan kadar imunitas penderita TB dengan cara meningkatkan CD4 limfosit T dan rasio CD4/CD8 limfosit T.
·         Konsumsi Meniran juga berguna sebagai terapi tambahan penyakit kulit seperti lepra dan herpes zoster. Ekstrak Meniran bekerja dengan cara meningkatkan sistem imunitas seluler. Dengan kata lain, Meniran mendorong limfosit T makin aktif bekerja. Herpes zoster berkembang biak dengan leluasa saat sistem imunitas tubuh melemah. Sedangkan lepra adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae. Bakteri tersebut menyerang kulit dan susunan syaraf tepi sehingga kemampuan penderita lepra untuk merasakan rangsangan berupa sentuhan, panas, dingin, nyeri akan menurun. Dalam dunia medis, pasien lepra akan diberi antibiotik untuk menahan laju perkembangan penyakit.
Makin berat infeksi, makin lama pengobatan antibiotik dilakukan sehingga tak jarang muncul efek samping obat berupa ruam pada kulit, anemia, atau kerusakan hati. Dengan mengonsumsi Meniran yang berfungsi sebagai immunomodulator, sistem kekebalan tubuh akan dipacu dan proses kesembuhan akan terjadi lebih cepat.
Banyaknya khasiat yang dapat diperoleh dari Meniran, menjadikannya sebagai salah satu tanaman obat unggulan yang banyak diminati. Khasiat Meniran yang paling populer di masyarakat adalah keampuhannya dalam mengatasi asam urat. Karena itu, hampir setiap produk-produk herbal anti asam urat menggunakan Meniran sebagai salah satu bahan baku pembuatannya, seperti Teh Sidaguri yang terbuat dari ramuan Sidaguri, yang dikombinasikan dengan Meniran, Daun dewa, dan Sambiloto, yang berkhasiat untuk mengurangi kadar asam urat, mengurangi bengkak dan rasa nyeri.
Sumber: Trubus Info kit Vol.08 dan dari berbagai sumber
E.     CARA PENGOBATAN :
Ø  Hepatitis
Rebus 30-60 gram daun meniran segar dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring air rebusannya, lalu minum sekaligus satu kali sehari selama satu minggu.
Ø  Sakit Kuning
16 Tanaman Meniran (akar, Batang, daun) ditumbuk halus dan direbus dengan 2 gelas air susu sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas. Kemudian disaring dan diminum sekaligus; dilakukan setiap hari.
Ø  Batu saluran kencing
Bahan : Meniran segar 30 g, daun sendok segar 30 g, daun tempuyung segar 30 g
Semua bahan dicuci bersih, kemudian direbus dengan 4 gelas air hingga tersisa 2 gelas. Setelah dingin, saring dan air saringannya dibagi untuk 2 kali minum, pagi dan sore hari (Dalimartha, 2005).
Ø  Susah kencing disertai sakit perut atau pinggang
7 tanaman meniran segar direbus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin saring dan diminum, sehari 3 kali masing-masing ? gelas (Wijayakusuma, 1994).
Ø  Pembengkakan kelenjar prostat
Bahan : Meniran segar 2 tanaman, akar alang-alang 7 jengkal, daun kumis kucing ½ genggam, adas ½ sendok teh. Semua bahan dicuci bersih, kemudian direbus dengan 5 gelas air hingga tersisa 3 gelas. Setelah hangat, air rebusannya disaring, diminum 3 kali sehari sesudah makan, masing-masing ½ gelas (Kardinan dan Kusuma, 2004).
Ø  Melancarkan Air Seni
Cara I : 50 g tanaman meniran ( daun, batang, akar ) direbus dengan 2 gelas air sampai airnya tinggal setengah. Ramuan ini untuk diminum 3x sehari.
Cara II : Daun dan akar meniran dicuci bersih lalu dikunyah , sambil sedikit-sedikit cairannya ditelan.
Ø  Batu Ginjal
5 tanaman meniran ( daun, batang, akar ), 15 helai daun kumis kucing direbus dengan 2 gelas air sampai airnya tinggal setangah. Ramuan ini untuk diminum 3x sehari.
Ø  Nephritic edema dan radang ginjal
Rebus setengah genggam daun meniran dengan 3 gelas air sampai tersisa 2 ¼ gelas. Saring air rebusan, lalu minum 3 kali sehari masingmasing ¾ gelas dengan ditambah madu.
Ø  Rematik
Cuci bersih 1 sendok makan daun meniran segar dan 7 lembar daun kumis kucing. Rebus bahan dengan 1 gelas air sampai tersisa ½ gelas. Setelah dingin, saring air rebusannya, lalu minum sekaligus satu kali sehari.
Ø  Kencing batu, kencing nanah, nyeri ginjal dan mencret
Cuci bersih 10 gram herba meniran segar, lalu rebus dengan 2 gelas air selama 25 menit. Setelah dingin, saring air rebusannya, lalu minum pada pagi dan sore hari.
Ø  Luka Gigitan
Giling herba meniran segar dan nasi dingin dengan jumlah yang sama sampai halus, tempelkan hasil gilingan pada luka gigitan, lalu balut dengan kain perban. Lakukan pengobatan tiga kali sehari.
Ø  Luka Bakar
3 – 7 batang tanaman lengkap (akar, batang, daun dan bunga) ditumbuk halus, tambah  1 Rimpang umbi temulawak (4 cm) yang diiris-iris. Campurkan dengan 3 buah bunga cengkeh kering, 1 potong kayu Manis, kemudian direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih.
Ø  Luka koreng
9 – 15 batang meniran lengkap (akar, batang, daun dan bunga) cuci bersih dan ditumbuk halus. Kemudian direbus dengan 1 cerek air. Dalam keadaan hangat-hangat dipakai untuk mandi.
Ø  Jerawat
7 Batang tanaman meniran, 1 Rimpang umbi kunyit (4 cm), dicuci sampai bersih dan ditumbuk sampai halus. Kemudian direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas. selanjutnya disaring dan diminum sekaligus, ulangi secara teratur setiap hari.
Ø  Digigit anjing gila
Rebus 4-6 tumbuhan herba meniran (untuk anak kecil gunakan setengahnya) dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring air rebusannya, lalu minum sekaligus satu kali sehari.
Ø  Bisul di kelopak mata
Rebus herba meniran segar secukupnya dengan 1 gelas air. Setelah dingin, saring air rebusannya, lalu gunakan untuk mencuci mata dengan menggunakan gelas khusus. Lakukan tiga kali sehari.
Ø  Rabun senja
Cuci bersih 15-30 gram herba meniran segar, lalu tambahkan hati ayam secukupnya. Tim kedua bahan, lalu makan.
Ø  Disentri
Rebus 30-60 gram herba meniran segar dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring air rebusannya, lalu minum sekaligus satu kali sehari.
Ø  Sakit Maag
5 tanaman meniran ( daun, batang, akar ) direbus dengan 2 gelas air sampai tinggal setengah. Minum 3x sehari.
Ø  Batu Empedu
Segenggam daun meniran, 1 jari temulawak, segenggam rambut jagung direbus dengan 1 gelas air. Setelah mendidih berikan sedikit gula aren. Minum ramuan ini 2x sehari.
Ø  Malaria
Tumbuk 5 tanaman meniran ( daun, batang, akar ), 1 helai daun pepaya, 3 temulawak, 1 jari pule ( pulai ). Lalu, peras sambil diberi air 1 gelas. Minum ramuan ini 1x sehari selama 2 minggu.
Ø  Nyeri Haid
3 tanaman ( daun, batang, akar ) meniran, 1 ibu jari lengkuas, 1  sendok teh ketumbar, 1 jari kunyit. Lengkuas dimemarkan, kunyit dikupas dan diiris tipis-tipis. Lalu, rebus semua bahan tersebut dengan 3 gelas air sampai airnya tinggal setengah. Ramuan ini untuk diminum 2x sehari.
Ø  Menurunkan Berat Badan
5 tanaman meniran, 15 lembar daun jati belanda, 1 jari pule direbus dengan 2 gelas air sampai airnya tingggal setengah. Minum ramuan ini 2x sehari.
Ø  Sakit Gigi
Akar meniran setelah dicuci bersih, lalu dikunyah-kunyah pada gigi yang sakit.
Ø  Ayan
17 – 21 batang tanaman meniran (akar, batang, daun dan Bunga), dicuci bersih, kemudian direbus dengan 5 gelas air sampai mendidih hingga tinggal ± 2,5 gelas.
Selanjutnya disaring dan diminum 1 kali sehari sehari 3/4 gelas selama 3 hari berturut-turut.
Ø  Demam
Siapkan 3-7 batang tanaman lengkap (akar, batang, daun dan bunga). Bahan dicuci bersih, kemudian diseduh dengan 1 gelas air panas. Selanjutnya saring, kemudian diminum sekaligus.
Ø  Batuk
Siapkan 3 – 7 batang tanaman meniran lengkap (akar, batang, daun, bunga), Madu secukupnya. Bahan dicuci bersih, kemudian ditumbuk halus dan direbus dengan 3 sendok makan air masak, hasilnya dicampur dengan 1 sendok makan madu sampai merata. Diminum sekaligus dan dilakukan 2 kali sehari.
Ø  Haid berlebihan
Siapkan 3 – 7 potong akar kering, 1 gelas air tajin. Bahan ditumbuk halus dan direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih, Kemudian ditambah dengan 1 gelas air tajin dan diaduk sampai rata. Selanjutnya saring dan diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.

F.     KESIMPULAN
Berdasarkan data diatas dapat kita ketahui bahwa tumbuhan meniran adalah termasuk tumbuhan liar yang kerap dianggap remeh oleh sebagian masyarakat, namun ternyata dari fisik yang remeh itu terdapat berbagai macam obat yang sangat berguna bagi kesehatan manusia. Lebih dari itu, tumbuhan yang kerap tumbuh di tanah yang berbatu ini sangat mudah dicari untuk dimanfaatkan. Oleh karena itu tidak ada salahnya apabila kita yang mungkin memiliki penyakit seperti diatas mencoba ramuan baru dari tumbuhan ini. Semoga dengan ditemukannya tumbuhan yang sangat bemanfaat ini dapat menjadi alternatif pengobatan bagi khalayak umum.



DAFTAR PUSTAKA
Sumber : Seksi Pengendalian OPT Holtikultura Diperta Jabar
Sumber: Trubus Info kit Vol.08 dan dari berbagai sumber
http://obatsakit2011.blogspot.com/2013/03/7-ramuan-daun-meniran-untuk-mengobati.html.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar