Judul
: Anak-anak Langit
Penulis
: Zhainal Fanani
Penerbit
: Laksana, Banguntapan Jogjakarta
Cetakan
: Pertama, Juni 2011
Tebal
: 423 Halaman
Pengarang novel ini mengangkat seorang tokoh perempuan yang menceritakan
tentang semangat dan keinginannya yang berlatar belakang dari kisah dan
pengalamannya di masa lalu. Dia tidak ingin melihat anak-anak jalanan itu
kehilangan dunia anak-anak dan masa depannya, seperti yang pernah dia alami.
Dengan bermodal cinta, kasih sayang, kecerdasan otak, dan ketegaran jiwa Ziza
(nama tokoh tersebut) bertarung melawan energi-energi negatif yang
menentangnya. Ziza tidak ingin melihat nasib Ziza kecil terulang lagi.
Kisah ini berawal ketika begitu bergairahnya Ziza ingin bersekolah, ingin
bisa membaca seperti teman-temannya, tapi harapannya hampa karena ibunya yang
tak mampu membiayai, tak mampu membelikan seragam sekolah, dan ayah yang
ditunggunya sejak dalam kandungan tak kunjung datang. Belum sempat mewujudkan
impiannya Ziza harus ditinggalkan ibu yang selama ini menjadi tumpuan hidupnya
untuk pergi selama-lamanya.
Semangat hidup Ziza bangkit kembali ketika ia bertemu dengan
seseoarang yang berprofesi sebagai tukang sapu mantan kontraktor besar
yang frustasi akibat kecelakaan yang telah menimpa para tukang bangunan
yaitu para anak buahnya. Bukan saudara dan bukan tetangga, tapi mereka
disatukan seperti layaknya seorang anak dan bapak hingga Ziza menjadi seorang
sarjana psikologi. Ziza tidak mau larut dalam kesedihan dan kegelisahannya,
karena dengan kesedihan atau pun kegelisahan hanya akan memungkinkan pada suatu
kaeadaan yang buruk.
Ziza adalah wanita yang mampu menunjukkan kegigihannya yang takkan pernah
kandas bagai karang di tengah lautan. Siapa pun yang pernah mengena Ziza maka
ia akan menemukan emasnya sebuah persahabatan. Ziza di mata anak-anak jalanan
adalah pribadi istimewa yang tak pernah mengeluh dan mengajarkan kepada mereka
untuk tidak pernah mengasihani diri sendiri.
Hidup Ziza seluruhnya dicurahkan untuk berbagai kebahagiaan dengan
anak-anak jalanan. Ia berusaha mengendalikan halaman cintanya bersama mereka.
Untuknya, anak-anak jalanan adalah media fantastis di mana ia menemukan wilayah
kedamaian yang menentramkan. Anak-anak jalanan itu baginya adalah panggung
kegembiraan sekaligus keresahan. Mereka adalah aktor-aktor pembawa imajinasi,
mimpi, khayalan, dan remang-remang perjalanan. Mereka, ana-anak itu juga
peredaran darah, petualangan cinta, dan segenap pemikirannya.Sikap mereka bagi
Ziza adalah keajaiban yang tak habis ia kagumi. Anak-anak itu hadir dari
berbagai ragam budaya dan sejarah kelam yang berbeda. Ziza merasa nyaman
berdampingan dengan mereka karena dirinya dan mereka berangkat dari
halaman yang sama.
Dalam novel ini Zhainal Fanani menghadirkan sosok atau tokoh generasi baru
yang setiap langkah perjalanannya selalu dihadapkan pada sebuah
permasalahan, tetapi dengan semangat dan tulisan masa lalunya tokoh Ziza
bangkit untuk menjalin persahabatan dan kebersamaan dengan anak-anak jalanan
itu, sampai pada akhirnya mampu dan sanggup melawan ancaman yang datang dari
berbagai pihak.
Dalam novel ini juga mengajarkan kepada pembaca tentang tokoh Ziza yang
meletupkan semangat pembaca, memberikan semangat kepada anak jalanan bahwa
belajar itu untuk semua orang tanpa memandang usia dan segala keterbatasannya.
Belajar adalah sikap berani menantang segala ketidakmungkinan. Ilmu yang tidak
dikuasi oleh seseorang dan mereka tidak mau untuk mempelajarinya, maka akan
menjilma di dalam diri seseorang menjadi sebuah ketakutan. Belajar dengan keras
hanya bisa dilakukan oleh seseorang yang bukan penakut.
Bagi anak-anak jalanan belajar untuk bisa membaca dan menulis adalah
impiannya setiap hari. Mereka mengharapkan datangnya seberkah sinar untuk
mewujudkan impiannya itu.Kehadiran Ziza adalah matahari bagi wajah-wajah polos
dan gelisah yang kehilangan masa kecil itu.
Dari novel ini kita bisa ambil hikmahnya, bahwa dengan semangat,
keberanian, kejujuran, dan kesabaran yang panjang maka kita pasti akan bisa
meraih apa yang kita impikan.
RESENSI
NOVEL CIRCA
Judul Buku : CIRCA
Pengarang :
SITTA KARINA
Tebal
: 216 Halaman
Terbit : Juli 2008
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Almashira Raiz, yang akrab dipanggil Alma, adalah
seorang siswi kelas XII SMU Surya Ilmu. Hobinya bermain tennis disekolah. Serta
disekolah ia disibukkan oleh kegiatan majalah dinding. Cita-cita Alma adalah
menjadi ahli dermatologi serta pakar kecantikan. Oleh sebab itu, ia sangat
menyukai CIRCA. CIRCA adalah sebuah produk kecantikan yang sangat digemari para
remaja Indonesia, termasuk Alma. CIRCA yang tadinya menjadi merk kosmetik
favorit diluar negeri, kini telah merambah ke Indonesia. Perusahaan tersebut
memang mengincar remaja sebagai konsumen mereka.
Alma mempunyai seorang kakak yang bernama Aldebaran
Raiz, yang merupakan sosok kutubuku yang hobi berkutat dengan mesin dan
komputer, dan sampai sekarang belum mempunyai pacar. Alde mempunyai musuh besar
bernama Genta Ramya Sasmitro, putra pemilik CIRCA Indonesia. Alma merupakan
sosok yang dewasa, meskipun ibunya telah tiada.
Alma yang sangat menyukai CIRCA, sangat senang karena
CIRCA sedang membuka lamaran pekerjaan untuk siswa magang. Serta Alma berniat
melakukan penelitian di pabrik CIRCA untuk tugas proyek kelasnya. Alma seorang
gadis yang ceria, menyukai lelaki bernama Sailendra, teman yang sudah sangat
dekat seperti bodyguard-nya dan Alma menginginkan lebih dari sekedar
pertemanan dengan Sai.
Suatu hari di kampus Universitas Richmond Indonesia,
Genta sangat kesal karena dia tidak lulus mata pelajaran Riset Pemasaran (RP).
Genta yang biasanya membayar Tris untuk mengerjakan tugas-tugas kuliahnya, kini
tidak bisa berbuat apa-apa karena Tris sudah tidak membutuhkan uang lagi. Genta
yang terancam mengulang pelajaran Riset Pemasaran semester depan, ternyata
diberi keringanan oleh Pak Gatot, sang dosen. Yaitu ia harus melakukan
penelitian tentang perilaku konsumen terhadap suatu produk. Ia lalu meminta
tolong kepada si kutubuku, tetapi Alde malah meledek Genta yang katanya hanya
bermodalkan uang dan otak kosong. Genta yang bingung karena harus bekerja
sendiri, akhirnya memilih CIRCA untuk menjadi tempat untuk mengerjakan
tugasnya.
Suatu hari, Alma dengan seragam abu-abunya berangkat
ke pabrik CIRCA untuk memulai proyek kelasnya. Ia disambut oleh Bu Sendy sang
manajer pemasaran dan diajak berkeliling pabrik. Secara tidak sengaja, Alma dan
Bu Sendy hampir tersiram hot wax, tapi untung langsung diselamatkan oleh
Genta. Setelah Bu Sendy memarahi karyawan, ia mengajak Genta dan Alma yang
sama-sama sedang melakukan penilitian untuk bekerjasama dalam proyek sosial
dari pembuatan produk terbaru CIRCA yaitu pembuatan berry-honey moist lip.
Genta yang mengetahui Alma merupakan adik dari Alde, musuhnya, lalu
berpura-pura menjadi ‘Ramya’ didepan Alma. Genta yang tertarik dengan Alma,
lalu mendatangi SMU Surya Ilmu untuk melakukan tugas riset terhadap siswi SMU
yang merupakan konsumen produk CIRCA. Disana ia bertemu dengan Sai, yang merasa
Genta adalah lelaki asing yang dapat mencelakai Alma. Sai cemburu ketika Alma
menemani Genta ke kantor untuk mengurus perizinan riset. Sejak itu, Alma dan
Genta mulai merasakan adanya perasaan. Ketika Alma mengenalkan Genta kepada Trudi,
seorang bule yang cantik, Genta tidak sengaja menyebut nama aslinya. Namun Alma
hanya diam mendengar nama musuh besar kakaknya disebut. Ia tidak mau berburuk
sangka kepada Genta.
Sudah tiga hari Genta tidak muncul dihadapan Alma. Di
hari janjian mereka pun, Genta tidak datang. Suatu hari ketika sedang berada di
rumah Kiran, sahabatnya, Alma ditelepon oleh Trudi, bule cantik yang berbeda
dunia dengan mereka. Kiran yang merasa cemburu Karena Alma diajak hang out oleh
Trudi, merasa kesal dan muak dengan Alma. Ketika sedang bermain tennis bersama
Sai, Alma menemukan sebuah Agenda milik ‘Genta Sasmitro’. Alma mulai merasa
kenal dengan nama tersebut. Didalam Agenda itu ditemukan foto Alanna Raiz, foto
almarhumah ibu Alma. Awalnya Alma marah ketika bertemu dengan Genta, karena ia
mengetahui bahwa Genta merupakan musuh besar Alde, dan dengan seenaknya
menyimpan foto ibunya. Genta lalu menjelaskan bahwa Ibu Alma dan Ibu Genta
adalah sahabat. Mereka berdua telah meninggal dalam kecelakaan pesawat yang
sama, dan ayah Genta ingin mewujudkan cita-cita mereka berdua yaitu membuat
produk CIRCA Indonesia. Genta semakin suka pada Alma yang tidak marah ketika
Genta mengakui semua kesalahannya. Tetapi ada satu hal yang membuat Alma heran,
mengapa Genta dan Alde yang tadinya bersahabat, kini harus bermusuhan?.
Trudi dan kawan-kawannya mulai berteman akrab dengan
Alma yang tadinya berbeda dunia. Hal ini menyebabkan Alma yang jadi jauh dengan
Kiran. Ternyata Kiran kesal karena hal tersebut, sehingga Alma dan Kiran perang
dingin. Sementara itu, Alde mengunjungi Anthi, sesosok gadis penyuka kayu manis
yang dicintainya. Kaki Anthi yang pincang, ternyata disebabkan oleh Genta. Ia
yang tadinya sangat suka menari, kini tidak bisa lagi menari, dia hanya bisa
duduk dan melukis. Ternyata hal ini yang menyebabkan Alde sangat membenci
Genta. Tetapi Anthi sudah bisa merelakan kejadian setahun lalu, dan tidak
dendam kepada Genta.
Alma mulai menjadi sibuk dan jauh dari teman-temannya
termasuk Sai dan Kiran. Ia sibuk bersama Genta di pabrik CIRCA untuk menentukan
rasa produk terbaru mereka sesuai keinginan remaja. Genta mulai antusias dengan
pekerjaannya karena ketertarikannya dengan Alma. Alma pun merasakan hal yang
sama, ia mulai menyukai Genta. Suatu malam, ketika mengantar Alma pulang, Genta
ketahuan oleh Alde. Alde sangat marah, ia mengingat kejadian setahun lalu
ketika Anthi yang merupakan pacar Genta, mengalami kecelakaan. Anthi yang
sedang latihan menari, tertimpa atap bangunan yang rapuh. Sedangkan Genta
sedang clubbing dan tidak mengangkat telepon dari Genta. Setelah empat
hari dirawat, barulah Genta datang kerumah sakit. Genta shock dan merasa
tidak pantas berpacaran dengan Anthi. Ia sadar bahwa seharusnya Alde yang
berada disisi Anthi.
Alde yang melihat adiknya bersama musuh besarnya, lalu
berkelahi dengan Genta. Akibatnya, Alde dan Alma sama-sama dihukum oleh sang
ayah. Semenjak saat itu, Genta tidak pernah lagi datang kesekolah. Ternyata ia
telah selesai melakukan risetnya di SMU Surya Ilmu. Sai pun merasa tidak
mempunyai saingan dalam mendekati Alma. Tetapi Alma merasa kehilangan Genta.
Perasaannya pada Sai tidak seperti dulu lagi. Alma senang karena Sai bisa
menerimanya sebagai sahabat. Karena sudah tidak ada Genta, Alma mulai
memperbaiki persahabatannya. Dia mulai menjauhi Trudi. Serta ia berniat untuk
membantu kisah percintaan kakakknya dengan Anthi, sekalian sebagai permintaan
maaf Alma. Ketika sedang berjalan menuju rumah Anthi, Alma bertemu Sai. Saat
itu Sai meminta Alma menjadi pacarnya. Alma senang, tetapi perasaannya tidak sehebat
dulu. Maka ia memutuskan untuk berlari kerumah Anthi dan meninggalkan Sai.
Dirumah Anthi, Alma menceritakan kejadian Genta dan Alde beberapa hari yang
lalu. Alma mengetahui bahwa akhirnya Anthi juga menyukai Alde. Dulu Anthi
jadian dengan Genta hanya untuk membuat Alde cemburu. Tapi Alde terlalu dingin
dan tidak mau mengatakan perasaannya. Akhirnya kini Anthi memutuskan untuk
menyatakan perasaannya dengan dukungan Alma.
Suatu sore, Alma sedang berada disalon untuk mengganti
model rambutnya. Tanpa ia sadari, rambutnya salah potong. Ia panik dan
menelepon Kiran untuk dimintai tolong. Setelah mereka berbaikan dan mengakui
kesalahan masing-masing, Kiran memperbaiki rambut Alma. Ketika sedang menunggu
Alma, Kiran melihat di Koran. Sebuah berita mengabarkan bahwa ayah Genta, Azman
Sasmitro meninggal karena serangan jantung. Alma lalu berangkat kerumah Genta,
setelah direstui ayah dan kakaknya. Disana Genta terlihat kurus dan rambutnya
botak, ia terlihat dipeluk seorang wanita bernama Linka. Setelah Alma mengucapkan
turut berbelasungkawa, dengan penuh rasa kecewa, Alma kembali ke mobil bersama
teman-temannya.
Perusahaan Circa menjadi sepi karena meninggalnya
pemilik Circa Indonesia. Perusahaan harusnya jatuh ke tangan Genta. Tapi banyak
yang tidak percaya dengan kepemimpinan Genta, sehingga banyak karyawan yang
mengundurkan diri. Genta didukung penuh oleh Sendy dan Alma, mencoba untuk
angkat bicara dalam rapat besar perusahaan CIRCA. Keesokan paginya ketika
sedang jogging, Alma menolak Sai dengan halus. Sai dengan tegas menebak bahwa
Alma menyukai Genta. Alma pun tidak bisa mengelak. Sai yang agak kecewa meminta
Alma memberinya waktu sehingga mereka bisa bersahabat seperti dulu lagi.
Sementara itu, CIRCA dikabarkan akan tutup karena tidak mampu bersaing dengan perusahaan
lain. Alma sangat sedih mendengar berita tersebut. Sementara Genta, pergi
kerumah Alma dan meminta bantuan serta dukungan agar CIRCA, yang telah dibangun
susah payah oleh ayah Genta, tidak sia-sia ditangan Genta. Alde yang tadinya
membenci Genta kini sudah bisa menerima dan berteman kembali. Akhirnya,
perusahaan CIRCA yang diketuai oleh Genta, diberi satu kesempatan untuk
membuktikan bahwa CIRCA bisa eksis di dunia kosmetika. Maka proyek pembuatan berry-honey
lip moist, yang nanti hasil penjualannya murni untuk amal, membantu
anak-anak putus sekolah, dipilih sebagai terobosan baru CIRCA. Genta semakin
sibuk apalagi dengan pacar barunya, Linka yang selalu meminta perhatian lebih,
sangat merepotkan Genta. Sedangkan Anthi dan Alde bisa bersama lagi, mereka
sama-sama membantu dalam proyek CIRCA.
Hari Sebelum presentasi proyek mereka, Genta
menyatakan perasaannya kepada Alma. Alma tersenyum senang. Mereka sangat
bersemangat saat presentasi. Meskipun ada komentar yang tidak bagus, tetapi
sesuai hasil voting, berkat mereka, CIRCA bisa bangkit kembali. Genta berjanji
akan membuat bangga semua orang yang menyukai CIRCA.
SELESAI
Kelebihan dari cerita ini adalah, jalan ceritanya yang
tidak membosankan. Kisah percintaan, tetapi diselingi oleh masalah yang tidak
biasa. Serta buku ini menambah pengetahuan kita dalam dunia pekerjaan.
Sedangkan kekurangan dari cerita ini adalah, kurang banyak konfliknya yang
membuat buku ini terlalu singkat. Bahasa yang digunakan dibuku ini juga mudah
dipahami. Saya sangat menyukai buku ini, secara keseluruhan buku ini termasuk
buku yang menarik untuk dibaca.
Judul
: Jingga dan senja
Pengarang : Esti Kinasih
Penerbit : PT.
Gramedia pustaka Utama
Jenis Buku : Novel
Tebal
: 312
halaman
Tahun Terbit : Februari 2010
Sinopsis :
Tari
gadis remaja yang bersekolah di SMA Airlangga kelas X. Dia penggemar aksesoris
berwarna oranye karena dia lahir pada saat matahari terbenam. Awalnya dia
adalah gadis biasa di sekolahnya, tetepi setelah bertemu dengan soerang pria
yang bernama Ari, Tari menjadi gadis popular disekolahnya.
Ari, dia
kelas XII sekaligus pentolan SMA Airlangga. Ari terkenal biang onar
disekolahnya dan suka tawuran antar sekolah. Selain terkenal biang onar, Ari
juga terkanal dikalangan cewek-cewek disekolahnya. Karena selain tampan dia
juga kaya dan nilainya juga cukup baik disekolah. Ari mempunyai musuh bebuyutan
di SMA Brawijaya yang bernama Angga, dia juga pentolan di sekolahnya.
Tari dan
Ari bertemu pada waktu yang tidak diduga-duga yaitu pada saat tawuran antara
SMA Airlangga dengan SMA Brawijaya. Angga yang melihat Ari berusaha keras
menyelamatkan Tari, bertekad untuk bisa merebut Tari dari Ari. Melihat itu
angga memanfaatkan peluang itu dengan cara sebagai pelindung Tari.
Ari
marah melihat Angga berusaha mendekati Tari. Ari yang selama ini tidak peduli
dengan cewek, tiba-tiba berusaha keras untuk mendapatkan Tari, mungkin karena
adanya kesamaan antar mereka. Mereka lahir saat matahari terbenam. Sejak itu
hari-hari Tari berubah menjadi hari yang buruk.
Kelebihan :
Cerita dari novel Jingga dan Senja sangat menarik, sehingga menumbuhkan
minat baca bagi para pembaca. konfliknya juga cukup banyak sehingga alur
ceritanya tidak monoton
Kelemahan :
Kertas yang digunakan masih menggunakan kertas buram.
Dengar
tentang orang yang memiliki kemampuan merasakan atau melihat hal ganjil di
sekitarnya, yang biasa disebut indera keenam saja aku sudah takjub. Apalagi
saat melihat buku bersampul “mistis” ini membe
rikan
kisah dengan tokoh yang memiliki indera ketujuh. WOW!! Indera yang gimana
lagi tuh?
Age adalah
pemuda yang memiliki indera yang mampu melihat masa lalu dan masa depan
seseorang sekaligus mampu mengendalikan nasib seseorang, yang dia ketahui
nantinya sebagai indera ketujuh. Age sendiri hanyalah anak jalanan yang
kesehariannya bergumul dengan sampah. Keseharian sebagai pemulung adalah
salah satu alternatif Age untuk tetap bisa bersekolah. Syukurlah kemiskinan
dan kepedihan tidak membuat Age mengambil “jalan pintas” karena Age memiliki
sosok Ibu yang sangat tegar dan selalu menanamkan agama kepada putranya.
Sinta
Yudisia, menceritakan sosok Age dengan semangat yang patut diacungi jempol,
sosok pemuda yang saya rasa sangat mampu menaklukkan kehidupan, walaupun
tanpa memiliki indera ketujuh. Tapi, Mbak Sinta tidak menggambarkan
“kehebatan” tokoh Age dengan muluk. Khilaf pun terjadi pada saat dia harus
masuk ke dunia judi untuk membantu istri Simon.
Indera
ketujuh ini mulai dirasakan Age semenjak dia memimpikan Simon, teman
jalanannya dalam kondisi bersimbah darah. Dan beberapa waktu kemudian Simon
ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. Age mulai merasakan ada hal ganjil yang
mengendap dalam tubuhnya. Sampai datang Sentot yang ternyata mampu menjawab
ada apa dengan diri Age. Kekuatan Age adalah kekuatan mampu menjadikannya
sebagai sosok penguasa, pengendali manusia, dan kekuatan yang bisa membuatnya
kaya raya.
Sebenarnya
dalam buku ini, terdapat dua plot yang mengalir bersamaan. Plot Age dan Ki
Gede, seorang pembuat keris yang berusaha menaklukkan makhluk yang mendekam
dalam dirinya di pesantren milik Ustad Burhan. Tapi, kedua plot yang hanya
dihubungkan oleh Pak Gatot, terasa seperti dipaksakan. Selain itu, ending
pun terkesan terburu-buru, malah lebih banyak berputar pada
pertemuan-pertemuan Sentot dan Age yang membuat cerita berjalan lambat. Belum
lagi banyak tokoh-tokoh yang menggantung dan mubadzir seperti Clara.
Bagaimana Sentot menghadapi Dicky, si bos “mafia”? Bagaimana Alya mengobati
pedihnya melihat Wanda kakaknya kecelakaan knows? (sinta) periode
2008? Atau bisa jadi, tanda tanya akan dilanjutkan si pengarang yang
juga adalah Ketua Forum Lingkar Pena wialayah Jawa Timur -2010 itu
dalam sekuelnya “Kekuatan ketu7uh”, who
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar