Jumat, 23 Mei 2014

kecubung



Posted on 19 Maret 2011 by alamendah
Kecubung mempunyai khasiat obat sekaligus bisa menjadi racun. Kecubung bisa tumbuh liar di hutan namun bisa juga menjadi tanaman hias di pekarangan. Kecubung juga bisa juga menjadi kontes menulis cerita fiksi bersambung di BlogCamp dengan title Kecubung Tiga Warna.
Kecubung merupakan tanaman berbunga layaknya terompet. Sedikitnya ada sembilan jenis tanaman yang biasa disebut Kecubung diantaranya adalah Kecubung Kasihan (Datura metel), Kecubung Kecil (Datura stramonium), dan Kecubung Hutan (Brugmansia suaveolens). Namun yang paling umum dikenal sebagai Kecubung di Indonesia adalah Datura metel.
Kecubung di beberapa daerah di Indonesia dikenal sebagai Kecubung, Kacubung, Cubung (Jawa dan Sunda), Kacobhung, Cobhung (Madura), Bembe (Bima), Bulutube (Gorontalo), Taruapalo (Seram), Tampong-tampong (Bugis), Kucubu (Halmahera, Ternate), Padura (Tidore), Karontungan, Tahuntungan (Minahasa), Babotek (Timor). Di Sumatera juga dikenal sebagai Toru Mabo, Kucubu, atau Kecubueng. Sedangkan nama tumbuhan ini dalam bahasa Inggris adalah Angel’s Trumpet, Devil’s Trumpet, atau Metel. Dan dalam bahasa latin (ilmiah) disebut Datura metel.

Bunga Kecubung
Diskripsi dan Ciri Kecubung. Kecubung (Daura Metel) merupakan tumbuhan perdu yang berbatang kayu dan tebal. Tumbuhan ini memiliki banyak cabang yang mengembang ke kanan dan ke kiri. Tinggi tumbuhan Kecubung umumnya kurang dari 2 meter.
Daun Kecubung (Angel’s Trumpet) berwarna hijau, berbentuk bulat telur dan pada bagian tepiannya berlekuk-lekuk tajam dan letaknya berhadap-hadapan. Bagian ujung daun meruncing dengan pertulangan menyirip.
Bunga Kecubung menyerupai terompet dengan warna putih atau lembayung. Namun pada Kecubung hias bisa mempunyai warna bunga yang beraneka ragam. Mahkota bunga berwarna ungu. Panjang bunga sekitar 12-18 cm. Bunga Kecubung biasanya mulai mekar pada sore hari menjelang malam.
Buah Kecubung bulat dengan salah satu ujungnya bertangkai pendek dan melekat kuat berukuran diameter 4-5 cm. Pada bagian luar buah kecubung, dihiasi duri-duri sedangkan bagian dalamnya berisi biji-biji kecil berwarna kuning kecoklatan. Buah Kecubung berwarna hijau. Biji Kecubung berwarna kuning kecoklatan dan berbentuk gepeng.
Kecubung biasa hidup di daerah dataran rendah sampai ketinggian tanah 800 meter di atas permukaan laut. Selain tumbuh liar di hutan dan ladang, kecubung juga sering ditanam di kebun atau ditanam sebagai tumbuhan hias di pekarangan. Perbanyakan tanaman ini melalui biji ataupun stek.
Buah Kecubung
Manfaat dan Racun Kecubung. Kecubung, terutama jenis Datura metel, mengandung beberapa senyawa kimia, diantaranya : hiosin, co-oksalat, zat lemak, atropin (hyosiamin) dan skopolamin. Kandungan ini membuat Kecubung dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisional untuk berbagai penyakit seperti asma, reumatik, sakit pinggang, pegel linu, bisul maupun eksim, sakit gigi, ketombe, hingga nyeri haid. Bagian yang paling sering dipakai sebagai obat herbal adalah daun kecubung.
Namun kecubung juga mengandung racun berupa zat alkaloid yang mempunyai efek halusinogen terutama pada bagian bijinya. Dalam beberapa kasus ditemukan penggunaan racun biji Kecubung untuk melakukan bunuh diri.
Pantas saja jika Kecubung yang mempunyai bunga layaknya terompet ini dalam bahasa Inggris disebut sebagai Angel’s Trumpet sekaligus Devil’s Trumpet. Karena khasiat yang dipunyainya bisa menjadikan Kecubung layaknya ‘Malaikat Penolong’ namun jika disalahgunakan, racun yang dipunyainya bisa pula menjadi ‘Iblis Pembunuh’.
Klasifkasi ilmiah: Kerajaan: Plantae; Filum: Magnoliophyta; Kelas: Magnoliopsida; Ordo: Sol
Kecubung Gunung
Datura suaveolens Humb.
Nama umum
Indonesia:
Kecubung gunung

Kecubung Gunung

Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
     Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
         Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)

             Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
                 Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
                     Sub Kelas: Asteridae
                         Ordo: Solanales
                             Famili:
Solanaceae (suku terung-terungan)
                                 Genus:
Datura
                                     Spesies: Datura suaveolens Humb.

Deskripsi
Tumbuhan berbentuk pohon, berumur menahun (perenial), tinggi 2 - 4 m. Akar tunggang. Batang aerial, berkayu, silindris, tegak, bagian dalam solid, ujung cabang berbulu. Daun tunggal, bertangkai pendek, warna hijau, panjang 15 - 20 cm, lebar 10 - 15 cm, helaian daun agak tebal, bentuk lonjong, ujung runcing, pangkal tumpul (obtusus), tepi rata, pertulangan menyirip (pinnate), permukaan kasap (scaber) Bunga tunggal, mahkota berbentuk terompet (hypocrateriformis) - berwarna putih kadang putih keunguan, panjang mahkota 15 - 20 mm, benang sari berjumlah 5 Buah buni (bacca), lonjong, panjang +/- 10 cm, warna hijau, bentuk dengan biji pipih berkulit tebal - berwarna putih Perbanyaan Generatif (biji)
anales; Famili: Solanaceae; Genus: Datura; Spesies: Datura metel

Tidak ada komentar:

Posting Komentar