Kamis, 29 Mei 2014

IRIAN BARAT



                    Perjuangan Pengembalian Irian Barat
1.Latar Belakang Perjuangan
       Salah satu hasil Konferensi Meja Bundar (KMB) yang di selenggarakan di Den Haag, Belanda pada tanggal 23 Agustus – 02 September 1949 adalah masalah Irian Barat akan di selesaikan dalam waktu 1 tahun sesudah pengakuan kedaulatan. Dengan keputusan tersebut ternyata ada perbedaan penafsiran antara Indonesia dan Belanda. Bangsa indonesia menafsirkan bahwa belanda akan menyerahkan irian barat pada indonesia, tetapi ternyata belanda menafsirkan hanya akan merundingkan saja masalah irian barat dan bukan di serahkan kepada indonesia.
2. Perjuangan Membebaskan Irian Barat
a)      Perjuangan diplomasi
Dalam menghadapi masalah irian barat ini, indonesia menempuh tiga  bentuk perjuangan yaitu diplomasi, konfrontasi politik dan ekonomi, serta konfrontasi militer. Dalam melakukan perjuangan diplomasi dilakukan dua tahap, tahap pertama Indonesia berupaya dengan melalui diplomasi bilateral dengan berunding langsung dengan Belanda, namun selalu mengalami kegagalan pada tahap kedua Indonesia membawa masalah Irian Barat ke sidang Majelis Umum PBB.
                Dalam sidang Majelis Umum PBB, Indonesia selalu berusaha meyakinkan bahwa masalah Irian Barat perlu mendapatkan perhatian, karena masalah Irian Barat tersebut menunjukkan adanya penindasan suatu bangsa terhadap hak bangsa lain. Setelah upaya diplomasi tidak membawa hasil, maka pemerintah mengambil sikap dengan membatalkan  uni Inonesia-Belanda dan pembatalan persetujuan KMB pada tahun 1956.            
                Pada tahun 1957 Menteri Luar Negeri Republik Indonesia dalam  sidang Majelis Umum PBB menyatakan bahwa Indonesia akan menempuh jalan lain jika usaha dalam forum PBB tidak membawa hasil. Dalam menanggapi usaha Indonesia tersebut, Belanda meyakinkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar