Jumat, 23 Mei 2014

surat kecil untuk tuhan

1.   Convention on International Liability for Damage Caused by Space Objects of November 29, 1971 (Konvensi tentang Tanggung Jawab Internasional atas Kerugian oleh Benda-Benda Angkasa, tanggal 29 Nopember 1971).
2.  Convention for the Suppression of Unlawful Acts Against the Savety of Civil Aviation of September 23, 1971 (Konvensi mengenai Pemberantasan Tindakan-Tindakan Melawan Hukum Terhadap Keselamatan Penerbangan Sipil, 23 September 1971).
Berikut merupakan macam macam konvensi internasional seperti Berner Convention atau Konvensi Berner, UCC (Universal Copyright Convention) dan beberapa contoh konvensi-konvensi lainnya tentang Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI).

A.   Berner Convention
Konvensi bern yang mengatur tentang perlindungan karya-karya literer (karya tulis) dan artistic, ditandatangani di Bern pada tanggal 9 Septemver 1986, dan telah beberapa kali mengalami revisi serta pentempurnaan-pentempurnaan. Revisi pertama dilakukan di Paris pada tanggal 4 Mei 1896, revisi berikutnya di Berlin pada tanggal 13 November 1908. Kemudian disempurnakan lagi di Bern pada tanggal 24 Maret 1914. Selanjutnya secara bebturut-turut direvisi di Roma tanggal 2 juni 1928 dan di Brussels pada tanggal 26 Juni 1948, di Stockholm pada tanggal 14 Juni 1967 dan yang paling baru di Paris pada tanggal 24 Juni 1971. Anggota konvensi ini berjumlah 45 Negara. Rumusan hak cipta menutut konvensi Bern adalah sama seperti apa yang dirimuskan oleh Auteurswet 1912. Objek perlindungan hak cipta dalam konvensi ini adalah: karya-karya sastra dan seni yang meliputi segala hasil bidang sastra, ilmiah dan kesenian dalam cara atau bentuk pengutaraan apapun. Suatu hal yang terpenting dalam konvensi bern adalah mengenai perlindungan hak cipta yang diberikan terhadap para pencipta atau pemegang hak.
Perlindungan diberikan pencipta dengan tidak menghiraukan apakah ada atau tidaknya perlindungan yang diberikan. Perlindungan yang diberikan adalah bahwa sipencipta yang tergabung dalam negara-negara yang terikat dalam konvensi ini memperoleh hak dalam luas dan berkerjanya disamakan dengan apa yang diberikan oleh pembuat undang-undang dari negara peserta sendiri jika digunakan secara langsung perundang-undanganya terhadap warga negaranya sendiri. Pengecualian diberikan kepada negara berkembang (reserve). Reserve ini hanya berlaku terhadap negara-negara yang melakukan ratifikasi dari protocol yang bersangkutan. Negara yang hendak melakukan pengecualian yang semacam ini dapat melakukannya demi kepentingan ekonomi, social, atau cultural.

B.    Universal Copyright Convention
Universal Copyright Convention mulai berlaku pada tanggal 16 September 1955. Konvensi ini mengenai karya dari orang-orang yang tanpa kewarganegaraan dan orang-orang pelarian. Ini dapat dimengerti bahwa secara internasional hak cipta terhadap orang-orang yang tidak mempunyai kewarganegaraan atau orang-orang pelarian, perlu dilindungi. Dengan demikian salah satu dari tujuan perlindungan hak cipta tercapai. Dalam hal ini kepentingan negara-negara berkembang di perhatikan dengan memberikan batasan-batasan tertentu terhadap hak pencipta asli untuk menterjemahkan dan diupayakan untuk kepentingan pendidikan, penelitian dan ilmu pengetahuan.
Konvensi bern menganut dasar falsafah eropa yang mengaggap hak cipta sebagai hak alamiah dari pada si pencipta pribadi, sehingga menonjolkan sifat individualis yang memberikan hak monopoli. Sedangkan Universal Copyright Convention mencoba untuk mempertemukan antara falsafah eropa dan amerika. Yang memandang hak monopoli yang diberikan kepada si pencipta diupayakan pula untuk memperhatikan kepentingan umum. Universal Copyright Convention mengganggap hak cipta ditimbulkan oleh karena adanya ketentuan yang memberikan hak seperti itu kepada pencipta. Sehingga ruang lingkup dan pengertian hak mengenai hak cipta itu dapat ditentukan oleh peraturan yang melahirkan hak tersebut.
C.    Konvensi-Konvensi Tentang HAKI
Konvensi-konvensi tentang haki terdapat pengaturan haki secara Internasional, pengaturan haki ini bertujuan untuk memperkuat ahki itu sendiri. Berikut pengaturan haki secara internasional:
  1. TRIP’S (Trade Related Aspecs of Intelectual Property Rights) (UU No. 7 Tahun 1994)
  2. Paris Convention for Protection of Industrial Property (KEPPRES No. 15 TAHUN 1997)
  3. PCT (Patent Cooperation Treaty) and Regulation Under the PCT (KEPPRES No. 16 TAHUN 1997)
  4. Trademark Law Treaty (KEPPRES No. 16 TAHUN 1997)
  5. WIPO Copyrigths Treaty (KEPPRES No. 19 TAHUN 1997)
Berikut merupakan penjelasan-penjelasan secara detail mengenai macam-macam pengaturan berdasarkan konvensi-konvensi HAKI. Sebagai berikut:
a.    TRIP’S (Trade Related Aspecs of Intelectual Property Rights) (UU No. 7 Tahun 1994)
Konvensi-konvensi tentang HAKI secara internasional diatur dalam TRIP'S (Trade Related Aspecs of Intelectual Property Rights) pada UU No.7 Tahun 1994 yang membahas mengenai aspek-aspek dagang terkait dengan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI), termasuk perdagangan barang palsu) dengan tujuan untuk meningkatkan perlindungan terhadap hak atas kekayaan intelektual dari produk-produk yang diperdagangkan. Tujuan lainnya adalah menjamin prosedur pelaksanaan hak atas kekayaan intelektual yang tidak menghambat kegiatan perdagangan, merumuskan aturan serta disiplin mengenai pelaksanaan perlindungan hak atas kekayaan intelektual, serta mengembangkan prinsip, aturan dan mekanisme kerjasama internasional untuk menangani perdagangan barang-barang hasil pemalsuan atau pembajakan hak atas kekayaan intelektual.
b.    Paris Convention for Protection of Industrial Property (KEPPRES No. 15 TAHUN 1997)
Konvensi tentang HAKI berikutnya terdapat pada Paris Convention for Protection of Industrial Property yang juga terdapat pada peraturan KEPPRES No.15 Tahun 1997. Hal tersebut membahas mengenai perlindungan terhadap properti industrial yang didalam perjanjian internasional besar pertama yang dirancang untuk membantu rakyat satu negara mendapatkan perlindungan di negara-negara lain untuk kreasi intelektual mereka dalam bentuk hak kekayaan industri, yang kemudian dikenal sebagai penemuan (paten), merek dagang dan desain industri.
c.    PCT (Patent Cooperation Treaty) and Regulation Under the PCT (KEPPRES No. 16 TAHUN 1997)
PCT (Patent Coorporation Treaty) and Regulation Under the PCT yang juga terdapat pada peraturan KEPPRES No.16 Tahun 1997, merupakan konvensi tentang HAKI yang membahas mengenai para negara pihak menginginkan untuk memberikan kontribusi terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, menginginkan untuk menyempurnakan perlindungan hukum terhadap penemuan, menginginkan untuk menyederhanakan dan membuat lebih ekonomis dalam memperoleh perlindungan penemuan dimana perlindungan dicari di beberapa negara. Konvensi ini juga membahas para negara pihak menginginkan untuk mempermudah dan mempercepat akses oleh masyarakat dengan informasi teknis yang terkandung dalam dokumen yang menjelaskan penemuan baru, serta menginginkan untuk mendorong dan mempercepat pembangunan ekonomi negara-negara berkembang melalui adopsi dari langkah-langkah yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi hukum mereka baik dari segi nasional maupun regional.
d.    Trademark Law Treaty (KEPPRES No. 16 TAHUN 1997)
Trademark Law Treaty termasuk konvensi tentang HAKI yang juga terdapat pada peraturan KEPPRES No.16 Tahun 1997, membahas mengenai perjanjian dari praktek merek dagang yang perjanjiannya berusaha untuk menyelaraskan mencakup antara jangka waktu pendaftaran awal dan hal pembaharuan pendaftaran merek dagang akan sepuluh tahun, layanan tanda diberi perlindungan yang sama sebagai merek dagang dibawah Konvensi Paris. Salah satu penguasa dapat diserahkan untuk setiap negara pemohon dan anggota tidak mungkin meminta tanda tangan pada kekuasaan akan disahkan maupun dilegalisasi. Konvensi ini juga membahas masalah prosedur dokumensi yang rumit, seperti pengajuan kekuasaan beberapa pengacara, sertifikat pendirian atau status perusahaan, kamar dagang sertifikat, sertifikat berdiri baik, persyaratan saksi, otentikasi, sertifikasi dan persyaratan legalisasi akan diringankan.
e.    WIPO Copyrigths Treaty (KEPPRES No. 19 TAHUN 1997)
WIPO Copyrights Treaty yang merupakan salah satu kovensi tentang HAKI juga terdapat pada peraturan KEPPRES No.19 Tahun 1997. Konvensi tersebut merupakan perjanjian khusus dibawah konvensi Bern yang dimana setiap pihak (bahkan jika tidak terikat dengan Konvensi Bern) harus mematuhi ketentuan-ketentuan substantif dari Paris (1997) Undang-Undang Konvensi Bern tentang perlindungan Karya Sastra dan Seni (1886). Perjanjian tersebut menyebutkan dua materi untuk dilindungi hak cipta program komputer, apapun mode dan ekspresi mereka, serta kompilasi data atau materi lain (database) dalam bentuk apapun yang dengan alasan pemilihan atau pengaturan dari isinya merupakan ciptaan intelektual. Adapun hak penulis kesepakatan perjanjian dengan hak distribusi (merupakan hak untuk mengotorisasi pembuatan tersedia untuk umum yang asli dan salinan dari suatu karya melalui penjualan atau pengalihan pemilikan lainnya), hak sewa (merupakan hak mengotorisasi sewa komersial kepada publik yang asli dan salinan dari tiga jenis karya seperti program komputer, sinematografi dan rekaman musik) dan hak komunikasi kepada publik (merupakan hak untuk mengotorisasi komunikasi kepada publik melalui kabel atau nirkabel).

Resensi Novel SKUT (Surat Kecil Untuk Tuhan)
http://hamidcell.files.wordpress.com/2012/01/skut.jpg?w=474
Judul Buku /Novel       : Surat Kecil Untuk Tuhan
Penerbit                        : Inandra Published
Tahun Terbit                 : 2008
Cetakan                          : Jakarta,September 2011
Tebal Buku                     : vii+232
Harga Buku                     : Rp.38.800,-
Pengarang                        : Agnes Danovar
HARAPAN DITENGAH KEPUTUS ASAAN
Agnes Davonar, yang lebih dikenal sebagai cerpenis online mendapat kesempatan untuk menuangkan kisah nyata gadis kecil ini dalam sebentuk karya sastra. Novel ini menceritakan tentang perjuangan gadis remaja dalam melawan kanker ganas, Rabdomiosarkoma (kanker Jaringan Lunak). Dialah Gita Sessa Wanda Cantika, kita mengenalnya sebagai mantan artis cilik era 1998. gadis kecil inilah tokoh utama dalam novel Surat Kecil Untuk Tuhan yang divonis menderita kanker ganas dan diprediksi hidupnya hanya tinggal 5 hari lagi. Kanker jaringan lunak itu menggerogoti bagian wajahnya sehingga terlihat buruk menjadi seperti monster. Walau dalam keadaan sulit, Keke terus berjuang untuk tetap hidup dan tetap bersekolah layaknya gadis normal lainnya.
Orang tuanya berat mengambil keputusan, bagaimanapun juga sebagai orang tuanya, mereka tidak tega melihat separuh wajah putrinya harus hilang karena operasi. Maka, ayah berserta keluarga merahasiakan kanker itu pada Keke, panggilan gadis remaja aktif dengan sejuta prestasi model dan tarik suara. Namun akhirnya Keke tau bahwa ia terserang kanker ganas, ia pasrah dan tidak marah pada siapapun yang merahasiakan penyakit maut itu padanya. Ia memberikan senyum kepada siapapun dan menunjukkan perjuangannya bahwa dengan kanker diwajahnya ia masih mampu berprestasi dan hidup normal di bangku sekolah. Tuhan menunjukkan kebesaran hati dengan memberikan nafas panjang padanya untuk lepas dari kanker itu sesaat
Sang Ayah, Joddy Tri Aprianto tidak menyerah. Ia terus berjuang agar sang putri kesayangannya itu dapat terlepas dari vonis kematiannya. Perjuangan sang ayah dalam menyelamatkan putrinya tersebut begitu mengharukan. Ayahnya berusaha untuk mencari pengobatan alternatif dan berkeliling ke seluruh Indonesia, tapi hasilnya nihil. Mau tak mau ayahnya kembali ke ilmu medis dan menurut dokter, ada satu cara lain yang bisa membunuh kanker itu, kemoterapi. Perjuangan Keke melawan kanker membuahkan hasil. Dengan segala upaya orang tuanya, Gita mendapatkan kesempatan untuk sembuh setelah bertahan selama 6 bulan melalui kemotrapi untuk membunuh sel-sel kanker yang menggerogoti tubuhnya. Sekali Kemotrapi, mampu merontokkan semua rambut yang ada di tubuhnya, dan tubuh kecil Gita harus menjalaninya hingga 25 kali untuk bisa sembuh.
Kebesaran Tuhan membuatnya dapat bersama dengan keluarga serta sahabat yang ia cintai lebih lama. Kasus kanker ganas yang diidap oleh Gita menjadi kasus pertama yang terjadi di Indonesia dan menjadi sebuah perdebatan di kalangan kedokteran karena kanker tersebut biasa hanya terjadi pada orang tua. Keberhasilan Dokter Indonesia menyembuhkan kasus kanker tersebut menjadi prestasi yang membanggakan sekaligus membuat semua Dokter di Dunia bertanya-tanya. Namun kanker itu kembali setelah sebuah pesta kebahagiaan sesaat, Keke sadar nafasnya di dunia ini semakin sempit. Ia tidak marah pada Tuhan, ia bersyukur mendapatkan sebuah kesempatan untuk bernafas lebih lama dari vonis 5 hari bertahan hingga 3 tahun lamanya.
Kanker itu datang lagi, namun kali ini dengan lokasi berbeda, di pelipis mata sebelah kanan. Kali ini, ayahnya mencoba cara yang pertama, berharap bisa membunuh kanker nakal itu. Kemoterapi pun dilakukan lagi, seluruh rambut Keke rontok tak bersisa. Tapi sepertinya kanker itu mulai kebal dengan bahan kimia. kanker itu tetap duduk manis di pelipis kanan Keke.
Akhirnya ayahnya mencoba pengobatan ke Singapura, disana dokterpun menyarankan untuk operasi. karena desperdo, mereka pun kembali ke Indonesia dengan kondisi Keke yang semakin parah, Kenker itu mulai menyebar ke seluruh tubuh, ke paru-paru, Jantung dan organ-organ lain. satu hal yang membuat aku terharu, dengan kondisi yang begitu parah, semangat belajar Keke sangat tinggi, dia tetap keukeuh untuk sekolah. bahkan disaat tangan dan kakinya sudah tak mampu lagi digerakkan.
Waktupun berlalu dan kondisi Keke tak juga membaik hingga akhirnya dia harus rawat inap lagi di RSCM dan mengalami koma selama tiga hari. Dalam massa opname itu ada berita yang begitu membanggakan baik untuk Keke dan keluarganya bahwa Allah memang memberikan cobaan sesuai kemampuan hambaNya. Keke membuktikan semua itu.”Keke menjadi juara tiga di kelasnya dalam ujian akhir sekolah.”
Lalu, dokter menyerah terhadap kankernya, di nafasnya terakhir ia menuliskan sebuah surat kecil kepada Tuhan. Surat yang penuh dengan kebesaran hati remaja Indonesia yang berharap tidak ada air mata lagi di dunia ini terjadi padanya, terjadi pada siapapun. Nafasnya telah berakhir 25 desember 2006 tepat setelah ia menjalankan ibadah puasa dan idul fitri terakhir bersama keluarga dan sahabat-sahabatnya, namun kisahnya menjadi abadi.
  • Kelebihan buku :
ü  Dapat membuat pembaca terhanyut dalam kisah yang diceritakan didalam novel ini.
ü  Kisah yang diangkat dari kehidupan nyata dan sangat menyentuh.
ü  Novel ini juga melampirkan beberapa foto perjuangan Keke  dalam melawan kanker ganas hingga foto sahabat-sahabat Keke di pemakaman saat Keke menghadap Sang Pencipta.
  • Kekurangan buku :
Novel ini hampir tidak mempunyai kekurangan, Namun setiap karya manusia pasti memiliki kekurangan. Kekurangan dari novel ini adalah masih ada penulisan yang salah dan juga ada penulisan yang kurang menarik dan sulit dimengerti
Resensi Novel Ketika Cinta Bertasbih
http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRBsYZontZN5l8snsiJuC8Ag2LlH4i8iPEuB3ccQRSowYEpKOY
 Judul : Ketika Cinta Bertasbih
 Penulis : Habiburrahman El Shirazy
 Penerbit : Republika-Basmalah
Tahun terbitan : 2007
 Dimensi : 20,5 cm x 13,5 cm
Tebal : 477 halaman
 Harga : Rp. 69.000,-
 Ilustrasi sampul : Disampul terdapat sebuah Masjid dan suasana langit
Bermega merah.
SINOPSIS
Novel ini menceritakan tiga sosok anak muda yang sedang menuntut ilmu disebuah perguruan Tinggi, Yaitu Universitas Al-Azhar Di Cairo, yang didalam perjalanan menuntut ilmu itu mereka banyak menghadapi konflik, khususnya didalam mencari jodoh, mereka adalah : Anna Altafunnisa, Khairul Azzam, dan Furqan Andi Hasan, serta banyak peran pendukungnya lainnya.
Anna Altafunnisa adalah anak dari seorang kiai ternama disebuah pesantren termahsyur di Desa Wangen yakni, Kiai Lutfi. Ia tumbuh dan besar dengan akhlak dan budi pekerti yang baik, ditambah lagi dengan paras yang cantik dan menawan, sehingga banyak mahasiswa Al- Azhar yang suka dan menaruh perhatian padanya termasuk diantara mereka Azzam dan Fuqran, serta laki-laki yang kenal dengan Anna di Indonesia, khususnya para santri dari pada pesantren Wangen.
Saat Anna kembali ke Indonesia, karena ia mendapat kesempatan untuk membuat penelitian dalam penyelesaiaan tesisnya, saat itulah Ayah nya meminta pada Anna agar memilih salah satu lamaran-lamaran yang telah datang pada nya, yang selama ini banyak lamaran yang datang dan banyak juga yang ditolaknya. Saat itu ayahnya mengatakan satu lamaran yang datang dari orang yang sangat dikenalnya Yaitu M. Ilyas, sedangkan yang datang langsung pada Anna Yaitu Fuqran Andi Haswan, yang melamarnya melalui ustadz Mujab.
Dalam kebimbangannya memilih antara Ilyas dan Furqan, ada seorang lelaki yang sebenarnya yang telah memikat hatinya dan diharapkannya bertemu kembali. Ia bertemu baru pertama kali dan waktu itu Ia bertemu di Cairo, yang dikenal olehnya dengan nama Abdullah alias Azzam, seorang penjual bakso dan tempe sekaligus Mahasiswa di Universitas Al- Azhar, Cairo. Berhubungan lamaran yang datang hanya dari Ilyas dan Furqan, dan harus dipilih salah satu dari mereka secepatnya, maka Ia memilih Furqan yang seorang lulusan S2 di Cairo dan sedang mengambil S3 nya, terlebih lagi karena Ia tahu lebih dekat siapa Furqan, dan tidak memilih Ilyas, karena kurang dapat menjaga pandangannya terhadap wanita.
Setelah terikat dengan Furqan tanpa diduga Ia bertemu kembali dengan orang yang pernah memikat hatinya, Azzam,dan yang sekarang ada di Indonesia, dan tanpa disadarinya Ia telah mengenal baik keluarga Azzam yang memang tinggal di Indonesia. Harapan yang telah disimpannya untuk Azzam telah terhalang dan harus dilupakan/ dihapus dari hidupnya karena Ia juga sudah memiliki Furqan sebagai calon suaminya, ternyata bagi Azzam yang juga menyimpan rasa yang sama pada Anna saat di Cairo harus rela melupakan Anna.
Pernikahan Anna dan Furqan berlangsung dan mereka hidup dengan baik. Begitu juga pada Azzam, setelah Anna menikah, ibunya menyuruh agar Ia segera mencari pasangan hidup, dan Azzam pun mencari pendampingnya. Banyak wanita yang sudah dilamarnya, tapi selalu ada saja yang tidak cocok untuk dirinya, hingga suatu saat lamaran diterima seorang wanita dan hampir terjadi akad, harus terputus karena suatu kecelakaan yang menyebabkan Ibunya meninggal dan Ia lumpuh untuk beberpa waktu yang cukup lama.
Selam 6 bulan Anna dan Furqan dalam kehidupannya yang baik saja, dan saat itu juga hubungan mereka retak, Furqan menceritakan pada Anna bahwasanya dia sudah tidak perjaka lagi sebelum menikah dengan Anna dan dipastika terkena HIV dan karena itu juga Ia tidak pernah menyentuh Anna, sehingga akhirnya Ia terpaksa memberi kebebasan untuk Anna (cerai).
Kembalilah Anna pada orang tuanya,. Azzam yang lumpuh setelah kecelakaan itu telah sembuh seperti semula, Ia mendatangi kiai Lutfi mohon bantuan mencarikan jodoh yang tepat sesuai permintaan Ibunya dulu. Kiai Lutfi lalu menceritakan seorang wanita yang dicerai suaminya karena suatu hal dan wanita itu masih perawan, yang diharapkan kiai Lutfi sendiri agar dapat diterima Azzam. Tanpa disadari Azzam Ia menerima tawaran Kiai Lutfi, agar menerima wanita itu menjadi istrinya, Azzam sangat senang begitu tahu kalau wanita yang diceritakan itu adalah orang yang pernah dicintainya yaitu Anna Althafunnisa, begitu juga sebaliknya Anna sangat senang karena Ia juga menjadi istri dari orang yang dulu sangat diharapkannya, atau cinta pertamanya.
Setelah sebulan pernikahan Anna dengan Azzam, tiba-tiba Furqan kembali menghubungi Anna dan membawa rujukan, dan Ia menceritakan bahwa Ia tidak terkena HIV. Tapi semua sudah terjadi Anna dan Azzam sudah bahagia, dan mereka mendoakan agar Furqan menemukan pasangan hidup yang cocok untuk nya.

KELEBIHAN
• Novel ini menghadirkan kisah percintaan bukan sekedar terhadap lawan jenis tapi jauh mengungkapkan kecintaan terhadap Allah.
•Merupakan salah satu novel pembangun jiwa yang penuh akan makna.
• Gaya bahasa yang ringan dan alur cerita yang mudah dimengerti membuat pembaca seakan dapat melihat apa yang ingin diperlihatkan penulis novel.
•Sarat akan pengetahuan.
KEKURANGAN
Untuk novel dengan pengarang yang sama dan konsep yang sama pula, latar yang dipilih kurang variatif.




RESENSI NOVEL SEPATU DAHLAN
  https://encrypted-tbn2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQPJ5tpAz3Js2VmK4HYAdi2n2O4vplUj3ZzjYX3I6OpVAfHd77Zzg

Judul                     :Sepatu Dahlan
ISBN                    :978-602-9498-24-0
Penulis                  :Khrisna Pabichara
Penerbit                :Noura books ( PT Mizan Publika )
Ketebalan Buku   :392 hlm
Panjang                :21 cm
Tahun Terbit        :Mei 2012

1 Sinopsis Novel
            Kemiskinan bagi penduduk Kebon Dalem bukan halangan untuk menuntut ilmu setinggi mungkin walaupun harus bekerja nguli panggul,menggarap tanah bengkok,buruh harian di perkebunan tebu,kuli nyeset demi sesuap nasi tiwul dan upah yang hanya diterima sekali setiap bulan.
Dahlan yang dimarahi oleh bapaknya karena lulus mendapat nilai merah dua didalam ijazahnya,dengan rasa sedih dan penyesalan dihatinya.Dahlanpun ingin sekolah SMP Magetan sekolah idamanya.lalu bapaknya melarangnya karena factor biaya dan jauh.lalu Dahlan mempunyai muslihat untuk dapat bersekolah di SMP Magetan dengan mencoba dengan muslihat yaitu berpura-pura bermimpi dengan Kiai Mursjid yang sangat dihormati oleh bapaknya.lalu Dahlan sebenarnya ingin mengatakan bahawa dia ingin sekolah di SMP Magetan tetapi dia tidak bisa membohongi orangtuanya.Kemudian pagi harinya bercerita tentang seorang pemuda yang menggendong ibunya yang sudah uzur dari negeri Yaman ke
Tanah Suci untuk berangkat haji.setelah mendengar cerita dari bapaknya Dahlanpun memutuskan untuk bersekolah di Pesantren Takeran atas permintaan bapaknya karena kelurganya semuanya bersekolah disana.Dahlanpun masuk ke Pesantren Takeran dengan melawati masa orientasi yang menyenangkan terutam dengan kata-kata sambutan yang bijak dari Uztadz Ilham yang membuat Dahlan bersalah karena telah memandang remeh Pesantren ini.
Sejarah Pesantren Takeran tak bisa dipisahkan dengan pelarian Pangeran Diponegoro,Kiai Hasan Ulama bersama sahabatnya Kiai Muhammad Ilyas yang mendirikan Pesantren Takeran pada Tahun 1430 H.sejarah Pesantren Takeran juga tidak lepas dari sejarah Kiai Mursjid yang mengubah nama Pesantren Takeran menjadi Pesantren Sabilil Muttaqien yang ditahan oleh FDR yang didampingi oleh sahabatnya Imam Faham dan tidak kembali lagi.setalah pulang dari mengikuti tim bola voli Imran,dan Arif mengajak Dahlan dan Kadir  bermain ke Sumur tua yaitu Suco,dan Cigrok yang membuat sahabatnya Kadir gelisah.ketika diajak bermain ke Sumur tua tersebut terutama sumur Cigrok.
Kisah sedihpun meraungi Dahlan karena ibunya jatuh sakit ,bapaknya tidak ada dirumah,dan Dahlanpun tidak berdaya.Dahlan tidak bias tidur biar terlupakan sebentar saja dengan kesedihan yang tidak diharapkan itu.Dahlanpun menghibur Zain adiknya membujuknya agar berhenti menangis Karena menahan lapar diperutnya.Akhirnya Dahlanpun terpaksa harus mencuri sebatang tebu untuk dapat mengisi isi perut adiknya Zain itupun ketahuan oleh Bang Malik dan Bang Supomo anak buah pemilik kebon tebu yang akhirnya Dahlan harus dihukum selama seminggu membersihkan perkarangan tebu tanpa upah sepeserpun.keesokan harinya kakaknya Mbak Sofwati datang dan menasehati Dahlan agar tidak mencuri tebu lagi dengan merangkul kedua adiknya dengan mengucapkan kata-kata yang bijak yaitu “Ojo Wedi Melarat Yang Penting Tetap Jujur dan “Kita Boleh Miskin Harta Tetapi Kita Tidak Boleh Miskin,kata-kata yang membuat Dahlan merasa bersalah dan menangis dengan kata-kata yang diucapkan oleh kakaknya.
Keesokan harinya Dahlan mendapat berita dari bapaknya kalau ibunya sudah tiada (meninggal dunia) yang sulit bagi Dahlan untuk menghadapi kehilangan ibu yang amat dia sayangi,setelah ditinggalnya ibunya keesokan harinya musibahpun datang lagi yaitu harus mengganti sepede Maryati anak juragan buah yang waktu itu dirusak oleh Dahlan ketika belajar sepeda oleh Maryati,Dahlanpun harus mengganti dengan 3 ekor domba dan sepeda ringsek Maryatipun milik Dahlan.
Dengan kepolosan ,ketekunan,kerajinan,ketakwaan yang dimiliki oleh Dahlan ,Dahlanpun terpilih sebagi pengurus ikatan santri yang baru,yang harus memegang amanat yang dibebankan olehnya .keesokan harinya Dahlan bermain dengan teman-temanya memanjat kelapa Gading,Dahlan yang merasa bersalah karena telah meninggalkan Zain sendirian di rumah dan ahirnya Zain marah membisu tidak mau bicara dengan Dahlan.keesokan harinya Dahlan panic karena melihat adiknya Zain pucat pasi karena menahan lapar,kemudia pada saat yang tepat Komariyah datang membawa sepiring nasi tiwul ditangannya untuk Dahlan dan Zain.setelah selesai makan Dahlanpun harus meninggalkan Zain lagi sendiri dahlan harus pergi ke sekolah karena harus latihan voli untuk menghadapi pertandingan tingkat Kabupaten nanti.dalam perjalanan menuju sekolah dia bertemu dengan Aisha gadis berambut panjang pujaan hatinya yang sedang menjemur pakaian dirumah Bang Malik,setelah tiba di sekolah Dahlanpun menulis logika berdoa untuk Aisha yang ternyata ketahuan oleh Uztadz Hamim dan suruh membacanya ke depan,namun Dahlanpun tidak jadi membaca logika berdoanya kedepan karena tiba-tiba Imran datang dan bicara bahwa dia ingin bergabung dengan tim voli.
Kabar tentang uji tandingpun sudah tersiar apalagi lebaran sudah berlalu 3 hari yang lalu.uji tandingpun berlangsung dengan angka kejar-kejaran yaitu 14 sama yang memaksakan untuk Deuce.Imran yang pertama kalinya bermain voli mempertunjukan servis kerasnya ke Maksum hingga 3 kali dan Maksumpun tidak mampu menahan servisnya pertandinganpun dimenangi.
Keesokan harinya finalpun akan segera dilaksanakan,Dahlan yang panik karena peraturan final nanti seluruh pemain harus memakai sepatu,Dahlanpun membuka lemari bapaknya yang isinya uang tabungan bapaknya yang hanya ada  sebesar RP.7.500 dan mengambilnya.lalu setelah berhasil mengambil uang milik bapkaknya Dahlanpun mengajak Arif untuk menemaninya belanja sepatu di Pasar Madiun dan ternyata harga sepatunya mahal-mahal uang yang dimiliki tidak cukup.Dahlanpun pulang kerumah dan mengembalikan uang yang dicuri dari lemari bapaknya ke tempat semula.
Keesokan harinya  finalpun dilaksanakan Dahlan yang merasa gelisah karena belum juga mendapatkan sepatu,lalu  tiba-tiba Maryati datang ke lapangan membawa sepasang sepatu untuk Dahlan.Pertandinganpun dimulai dan dengan seimbang.Dahlan yang baru saja merasakan menggunakan sepatu kakinya perih dan lecet-lecet dan harus diganti dengan Fadli,ternyata ukuran sepatunya pas dengan Fadli,pertandinganpun dilanjutkan kembali dengan seru.tiba-tiba Fadli yang memakai sepatu Dahlan kakinya lebih parah dari Dahlan,kakinya bengkak,dan berdarah,dan harus diganti oleh Dahlan kembali.Anehnya tiba-tiba sepatu yang digunakan Dahlan menjadi lebar setelah meminum Air dari Kiai Irsjad.pertandinganpun dilanjutkan kembali dengan seru yang akhirnya dimenangkan oleh Pesantran Takeran.
Setelah menang voli,keesokan harinya Arif datang dan membawa kabar gembira bahwa Dahlan diminta untuk melatih tim bola voli anak-anak pegawai pabrik gula dengan gaji Rp.10.000 setiap bulan.tapi kata Dahlan Pabrik gula Gorang-Garengkan jauh ,Arifpun menjawab “Kamu pakai sepedaku saja dengan mencicil Rp.4.000 selama  3 bulan dan sepeda itu milikmu.
Kesaksian Kadir yang membuat Imran salah paham tentang Kesaksian yang bercerita tentang ayahnya yang selama ini menjadi teka-teki oleh Dahlan dan teman-temanya.setelah mendengar kesaksian Kadir teman-temanya Dahlan bermain ke rumah Dahlan termasuk Imran.Setelah tiba di rumah Dahlan dan teman-temanya menuju Langgar dan mendengarkan cerita bapaknya Dahlan tentang Perseteruan Murid Zen,setelah mendengarkan cerita bapaknya Dahlan,Imran bergegas mengajak teman-temanya ke ruma Kadir lagi dengan meminta maaf atas kesalahpahamannya kepada kadir kehidupan telah mendidik DAHLAN kecil dengan keras. Baginya rasa PERIH karena LAPAR adalah sahabat baik yang enggan pergi. Begitu pula dengan LECET di kakinya, sebagai bukti perjuangan dalam meraih ILMU. Dia harus berjalan berkilo-kilometer untuk bersekolah tanpa alas kaki alias “NYEKER”.
Tak hanya itu, sepulang belajar, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukannya demi sesuap “TIWUL”. Mulai dari Nguli Nyeset, Nguli Nandur, sampai melatih tim voli anak-anak juragan tebu. Semua itu tak membuat Dahlan putus asa. Tak juga berarti keriangan masa kanak-kanaknya hilang. Ketegasan sang Ayah dan kelembutan hati sang Ibu, membuatnya tetap bertahan.
Persahabatan yang murni menyemangatinya untuk terus berjuang. Dan apapun yang terjadi, Dahlan terus berusaha mengejar DUA cita-cita besarnya yaitu “SEPATU” & “SEPEDA”. Dialah anak miskin yang menikmati kemiskinannya & bukan untuk ditakuti ataupun disesali.akhirnya Dahlan punya sepatu dan sepeda setelah kerja kerasnya melatih bola voli di Pabrik gula selama 3 bulan,kemudian ditambahkan uang oleh Bapaknya sebesar Rp.12.000 untuk membeli sepatu ,dan akhirnya Dahlanpun membeli 2 buah sepasang sepatu satu untuknya dan satu untuk dia.
Dahlan yang bersedih karena takut kehilangan sahabat yang begitu murni,yang saling mendukung,selalu menghadapi bersama-sama.selalu memberikan semangat juang,sahabat yang penuh canda tawa bersama .karena sudah lulus.ketika malam tiba Arif berkunjung ke rumah Dahlan dengan sepeda dan melaju dengan sangat kencang untuk menerikan Surat Penting dari Aisha untuk Dahlan yang isinya bahwa Gadis pujaan hatinya ternyata menaruh perasaan juga kepada Dahlan dan Dahlan suruh menunggu 3 Tahun karena Aisha kuliah di Yogya.dan akhirnya Dahlanpun berpikir untuk kuliah juga dan merantau ke Samarinda tempat kakaknya ,keesokan harinya Dahlan meminta izin kepada bapaknya untuk merantau ke Samarinda walau berat harus meninggalkan adiknya Zain yang begitu amat dia sayangi,akhirnya restu dari bapakpun terkabulkan Dahlanpun  diam-diam menyiapkan surat balasan untuk Aisha….dan membalas surat untuk Aisha















http://www.divapress-online.com/uploaded/images/product/ori/1660_Rintihan-dari-lembah-lebanon-diva.jpg
Rintihan dari Lembah Lebanon

Oleh : Taufiqurrahman al Azizy
Harga : Rp. 58000
Ukuran : 14x20cm
Tebal : 532hlm
Terbit : Maret 2012
Penerbit : DIVA



 “…Biarkan cinta memberi kekuatan padamu dan sayap-sayapnya akan menerbangkanmu pada kebahagiaan. Letakkan kepercayaan pada cinta, agar cinta mempercayaimu. Serahkan jiwamu kepadanya agar ia menuntunmu. Sekiranya cinta telah mengikat hatimu dan hati Lubna, maka jiwa kalian tak akan pernah berpisah walau jarak membentang jauh….”
Karena harus menyelesaikan kuliahnya, Aziz terpaksa meninggalkan Lubna, sang kekasih hati yang ia temui saat menjadi relawan di Lebanon. Sementara itu, sahabatnya, Alif, harus meninggalkan Naysila, seorang gadis yang kepadanya ia mencurahkan rasa, untuk melanjutkan pendidikannya ke Lebanon.
Sayang, bentangan Indonesia-Lebanon yang terlalu jauh tak mampu mempertahankan ikatan yang telah terjalin. Perlahan, jarak memudarkan rindu dan asa. Alif kehilangan kontak dengan Naysila sedangkan Aziz telah berhenti mengharapkan Lubna dan lebih memilih untuk mempersunting gadis lain. Alif pun kembali ke Indonesia demi menghadiri pernikahan Aziz. Namun, betapa terkejutnya ia ketika bertemu dengan calon istri sahabatnya itu.
  Siapakah gadis yang akan mendampingi Aziz? Bagaimanakah kelanjutan nasib Lubna? Apakah Alif bisa bersatu kembali dengan Naysila? Sudut lembah Lebanon menjadi saksi sebuah kisah percintaan lintas negara, budaya, dan bangsa yang dibalut dalam tragedi perang Lebanon dan Israel.
Selamat membaca!

“Kenapa kita harus dipertemukan apabila kita harus dipisahkan? Kenapa kebahagiaan ini harus datang dan di saat yang sama mengirimku pada penderitaan yang lebih dalam lagi?”
RESENSI NOVEL CATATAN HATI IBU BAHAGIA
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgv6WNi6GsXzUQilpeRrmgbf5Y4zJRByBzEG7sdNseT3GHdv4GJ0U6TT9ZUMf3bXNE2u1NnVoo8UsOyUr_tJxH_X0s58Yce1Sb8eyOHc60K4XOCaxjZ0fsTlEgEFv73p5x001XrNO2OXAs/s1600/cover+catatan+hati+ibu.jpg
JUDUL BUKU   :           CATATAN HATI IBU BAHAGIA
PENULIS         :           LEYLA HANA
PENERBIT       :           JENDELA (LINI ZIKRUL HAKIM)
TERBIT            :           MARET 2012
TEBAL              :           352 HAL
ISBN                :           978-979-063-710-8

Ditengah hiruk pikuk perdebatan para wakil rakyat tentang kenaikan BBM, terdapat satu Rancangan Undang-undang (RUU) yang konon tak kalah urgen untuk segera disahkan, masuk dalam daftar Program Legislasi Nasional (Prolegnas) tahun ini, yaitu RUU Kesetaraan dan Keadilan Gender (KKG).
Meski gaung perdebatannya tak senyaring isu kenaikan BBM, namun RUU ini cukup membuat gelisah beberapa elemen umat Islam negeri ini yang masih sadar benar akan pentingnya pilar-pilar budaya dan ajaran Islam, mengingat sebagian besar isi RUU ini memang mengadopsi aturan sekuler liberalisasi yang tertuang dalam Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination Against Women (CEDAW), Beijing Platform for Action (BPFA) dan Millenium Development Goals (MDGs).  Aturan-aturan yang berusaha menegakkan kesetaraan kaum perempuan dalam perspektif kaum feminisme barat yang sayangnya bertentangan dengan perspektif Islam tentang perlindungan kaum perempuan, bahkan ke depan, dikhawatirkan bakal merusak tatanan kehidupan keluarga umat Islam negeri ini. Lantas, apa hubungannya dengan buku berjudul Catatan Hati Ibu Bahagia ini?

Mari sejenak kita tinggalkan pembicaraan tentang RUU KKG. Sejenak kita bedah isi buku yang ditulis oleh seorang ibu rumah tangga yang juga penulis produktif ini. Sesuai judulnya, buku ini memang memuat curahan hati penulisnya tentang pengalamannya menjalani peran sebagai ibu rumah tangga, mengurus keluarga, persinggungannya dengan lingkungan sekitarnya juga fenomena yang ia tangkap tentang kehidupan berkeluarga.
Buku ini dibagi atas 7 (tujuh) bab, dan antara satu bab dengan lainnya seakan merupakan rangkaian metamorfosis sang penulisnya sendiri. Pada bab awal yang berjudul Menjadi Ibu Harus Bahagia, penulis mengungkapkan perasaan dan alasannya saat memutuskan meninggalkan pekerjaan dan menjadi ibu rumah tangga full, saat harus mengatasi rasa jenuh, juga meluruskan paradigma bahwa ibu rumah tangga juga bisa berpotensi menjadi wanita hebat.
Di bab-bab selanjutnya kita akan diajak menelusuri pengalaman dan perasaan penulis, suka dukanya saat melewati masa kehamilan, menjadi ibu baru, merawat dan mengasuh anak balita, interaksinya dengan asisten rumah tangga (ART), pasangan hidup, mertua juga tetangga. Tak ketinggalan juga dibahas perspektif penulis terhadap hal-hal jamak yang dialami ibu rumah tangga, seperti pemberian ASI eksklusif, pemakaian diapers, problema bentuk tubuh, bagaimana mengontrol keuangan keluarga agar tak terjerat utang, dan sebagainya. Semua ini ditulis dalam penuturan yang lancar, ringan, humanis, juga akrab, seakan-akan kita tengah mendengar sang penulisnya ngobrol langsung dan memosisikan dirinya sebagai sahabat kita. Pemilihan kalimat dan tips-tips dalam buku ini sangat mudah dicerna, sehingga cocok dibaca kaum ibu dari semua kalangan. Baik ibu rumah tangga maupun ibu yang bekerja.
Untuk ibu rumah tangga, buku ini seakan menjadi obat penghibur, meyakinkan bahwa setiap tetes keringat ibu rumah tangga yang diniatkan ikhlas untuk menggapai ridhoNya, sungguh tak ada yang sia-sia di hadapan Allah. Tips-tips yang dihadirkan juga dapat membantu ibu rumah tangga dalam mengatasi persoalan yang biasa ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Baik persoalan individu maupun yang berkaitan dengan keluarga, tetangga dan lingkungan. Untuk ibu bekerja, buku ini juga tak lantas menjustifikasi secara sepihak pandangan penulis terhadap wanita karir, melainkan berusaha memosisikannya secara seimbang dengan tetap mengacu pada aturan Islam tentang wanita bekerja.
Sekilas membaca judul, mungkin, pembaca akan mengira kalau isi buku ini hanya bicara seputar kebahagiaan, namun esensi dari buku ini sesungguhnya jauh lebih dalam, yaitu bagaimana penulis melewati berbagai permasalahan hidup, menyikapi dan mengantisipasinya sesuai tuntunan Islam, dan dari situlah insya Allah  akan diraih kebahagiaan. Dalam hal ini, penulis berusaha mengajak pembaca memahami bahwa esensi kebahagiaan seorang muslimah sesungguhnya terletak pada rasa syukur kepada Allah dan keikhlasan menjalani peran sesuai fitrah.
Dari segi kekurangan, dibandingkan dengan buku-buku bermuatan sejenis, penuturan dalam buku ini memang sedikit bertele-tele, terdapat beberapa kisah yang diceritakan secara panjang lebar, seperti pada saat penulis berganti-ganti ART, namun kembali lagi pada selera pembaca yang heterogen, terdapat pembaca yang memang menyenangi pola tutur demikian, atau pun yang lebih menyenangi kumpulan catatan yang singkat dan padat, atau juga catatan yang inspiratif dan menyentuh. Kumpulan catatan semacam ini, boleh dikatakan adalah karya yang paling merefleksikan kejujuran penulisnya saat mengolah rasa dan pengalaman bathinnya.
Kembali pada pertanyaan di awal resensi ini, kaitannya dengan salah satu esensi RUU KKG yang berusaha memosisikan wanita dalam emansipasi gender menurut perspektif barat, di mana kaum wanita didorong untuk meraih persamaan hak dan kewajiban dengan kaum lelaki di ranah publik dan wanita tidak harus dibebani dengan urusan domestik. Esensi ini dikhawatirkan akan berdampak pada masa depan keluarga muslim khususnya anak-anak. Jumlah wanita yang keluar rumah untuk bekerja akan terus meningkat, sementara pendidikan anak di rumah diserahkan ke tangan pengasuh yang dari segi pendidikan saja masih di bawah rata-rata. Walhasil, waktu dan perhatian pada keluarga akan semakin berkurang, generasi Islam dikhawatirkan akan mengalami kemunduran secara perlahan-lahan khususnya kemunduran akhlak dan pondasi pemahaman Islam dalam diri mereka, atau dengan kata lain, sangat berpotensi menuju keadaan a lost generation.
Sebagian dampaknya bahkan telah terjadi di masa sekarang ini. Angka perceraian meningkat tajam dengan gugatan terbesar datang dari pihak wanita. Angka kenakalan remaja, jumlah remaja hamil di luar nikah dan remaja yang mengonsumsi narkoba juga terus meningkat. Bukti nyata bahwa emansipasi gender yang digaungkan pihak luar tak lain adalah bertujuan untuk melemahkan pilar kokoh keluarga muslim dan generasi Islam selapis demi selapis.
Memang, RUU ini saat ini sedang ditinjau ulang, mengingat banyak isinya yang bertentangan dengan syariat Islam. Terlepas bagaimana hasil akhirnya nanti, insya Allah keluarga muslim negeri ini tidak akan mengalami efek negatif berarti sepanjang para muslimahnya memahami benar esensi dari keikhlasan menjalani fitrah, mengamalkannya secara qanaah sebagaimana yang diuraikan secara gamblang di dalam buku ini. Keikhlasan yang akan mendekatkan pada ridho Allah, serta kebahagiaan dunia dan akhirat. Juga dengan membaca buku ini, insya Allah hati kaum wanita akan tergugah, bahwa mengejar materi di luar rumah sungguh tak sebanding dengan keutamaan fungsi memelihara keluarga dan anak-anak, membentuk keluarga samara dan menghasilkan generasi shaleh dan shalehah.
Satu hadis yang dijadikan acuan penulis, saya kutip sebagai penutup resensi ini : Diriwayatkan dari Anas bin Malik r.a, dari Nabi Saw, beliau bersabda, “Apabila seorang wanita sudah menjalankan shalat lima waktu, menjaga kemaluannya, dan taat kepada suaminya, niscaya ia akan masuk surga dari pintu mana pun yang ia inginkan.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar