Berjuta
Rasanya
Oleh Tere
Liye
Penerbit
Mahaka Publishing (Imprint Republika Penerbit)
Cetakan IV,
Agustus 2012
Tebal vi +
205 halaman
ISBN
978-602-9474-03-9
Jatuh cinta
itu berjuta rasanya. Benarkah demikian? Setidaknya, begitulah ‘rasa’ dari
berbagai cerita yang ditawarkan Tere Liye dalam buku kumpulan cerpen ini. Berjuta
Rasanya terdiri atas 15 cerpen dengan satu benang merah: cinta.
Masing-masing kisah tersebut memiliki ‘rasa’-nya sendiri. Ada kisah tentang
sakitnya cinta bertepuk sebelah tangan, kisah cinta yang dapat mengubah tabiat
buruk seseorang, hingga kisah tentang seseorang yang rela mengorbankan dirinya
sendiri atas nama cinta.Buku ini dibuka dengan cerpen ‘Bila Semua Wanita
Cantik’ yang berkisah tentang Vin, yang menganggap bahwa tubuh tambunnyalah
yang membuatnya sulit mendapat jodoh. Ia kerap berdoa pada Tuhan agar membuatnya
menjadi cantik, atau jika tidak, ia ingin Tuhan membuat seluruh wanita di dunia
ini sejelek dirinya.
Namun, jawaban Tuhan sungguh di luar dugaan
Vin. Jawaban-Nya atas doa tersebut membuat Vin tersadar, bahwa cinta sejati
adalah cinta yang berasal dari hati.“Seseorang yang mencintaimu karena
fisik, maka suatu hari ia juga akan pergi karena alasan fisik tersebut.
Seseorang yang menyukaimu karena materi, maka suatu hari ia juga akan pergi
karena materi. Tetapi seseorang yang mencintaimu karena hati, maka ia tidak
akan pernah pergi! Karena hati tidak pernah mengajarkan tentang ukuran relatif
lebih baik atau lebih buruk.” (hlm. 26) Cerpen selanjutnya, ‘Hiks, Kupikir
Kau Naksir Aku’, adalah cerpen yang kocak dan saya rasa, kita semua pernah
mengalaminya ketika masih remaja. Berkisah tentang Putri, yang sering merasa ge-er
(gede rasa) setiap kali Rio, pemuda yang ia sukai, menatapnya, melambaikan
tangan padanya, atau sekadar berbasa-basi dengannya. Lama-lama tabiat Putri ini
pun membuat sahabatnya jengkel. Padahal, ia hanya ditipu oleh perasaannya
sendiri. Aslinya? Apa mau dikata, mereka bertepuk sebelah tangan!“Orang-orang
yang jatuh cinta terkadang terbelenggu oleh ilusi yang diciptakan oleh hatinya
sendiri. Ia tak kuasa lagi membedakan mana yang benar-benar nyata, mana yang
hasil kreasi hatinya yang sedang memendam rindu. Kejadian-kejadian kecil, cukup
sudah untuk membuatnya senang. Merasa seolah-olah itu kabar baik. Padahal, saat
ia tahu itu hanya bualan perasaannya, maka saat itulah hatinya akan hancur berkeping-keping.
Patah hati! Menuduh seseorang itu mempermainkan dirinya. Lah, siapa yang
mempermainkan siapa, coba?”
Kemudian,
terdapat kisah tentang seorang istri yang rela berkorban demi kesembuhan
suaminya, walaupun pada akhirnya sang suami berpaling pada wanita lain, di
cerpen ‘Kupu-Kupu Monarch’. Ada pula kisah mengenai seorang pemuda dan gadis
yang diam-diam saling mencintai, tetapi mereka tidak berani mengutarakan
perasaannya masing-masing, di cerpen ‘Antara Kau dan Aku’. Dan masih banyak
kisah lain yang berjuta rasanya.
Membaca
kumpulan cerpen ini rasanya seperti membaca ‘curhatan’ sang penulis. Ada cerita
yang lucu, sedih, mengharukan, hingga menyindir. Masing-masing cerpen memiliki
‘rasa’ dan kesan tersendiri. Ditambah lagi, buku ini minim typo,
sehingga nyaman sekali saat membacanya.
Namun, jika
dibandingkan dengan karya Tere Liye yang lain, Berjuta Rasanya terasa
kurang nendang. Penokohan, konflik, alur, serta hal-hal lain dalam tiap
cerpen sepertinya masih dapat digali lebih dalam dan dijadikan satu buku
sendiri (he he). Selain itu, masih ada satu cerpen yang tidak saya pahami
sampai sekarang, yaitu ‘Kotak-Kotak Kehidupan Andrei’. Jika ada kawan
Kompasianer yang sudah membaca dan paham maksudnya, mohon beri tahu saya, ya!
Meskipun
demikian, rasanya sayang bila melewatkan buku ini begitu saja. Apalagi jika
kamu memang penggemar karya-karyanya Tere Liye. This book is definitely
worth reading.Biasanya, saya suka membaca buku sambil mendengarkan musik.
Suasana membaca jadi tambah seru, terutama jika lagu-lagu tersebut tepat Jmenggambarkan
isi cerita di buku yang saya baca.
Resensi Novel Rembulan di Mata Ibu

|
JUDUL BUKU
|
:
|
Rembulan di Mata Ibu
|
|
PENGARANG
|
:
|
Asma Nadia
|
|
PENERBIT
|
:
|
Mizan
|
|
JUMLAH HALAMAN
|
:
|
180
|
|
BULAN-TAHUN TERBIT
|
:
|
2002/Cetakan V
|
Novel ini merupakan novel Asma Nadia yang diterbitkan pada tahun 2002.
Novel ini telah mendapatkan penghargaan dari Adikarya IKAPI sebagai buku remaja
terbaik nasional. Buku ini berisi dengan berbagai cerita-cerita pendek mengenai
berbagai sisi kehidupan yang sering terjadi saat ini. Salah satu kisah yang
terbaik, yang dijadikan sebagai judul novel ini yaitu “Rembulan di Mata Ibu”.
Kisah ini menceritakan mengenai kasih sayang seorang ibu yang bisa
dilihat dari berbagai sisi. Kasih sayang seorang ibu yang tidak harus
ditunjukkan dengan terus terang, namun bisa saja disembunyikan. Seorang ibu
pastinya tidak mungkin tidak menyayangi seorang anak yang dikandungnya. Seperti
dalam kisah ini, seorang anak perempuan yang bernama Diah, sebagai tokoh utama,
dan ibunya(Ibu nya Diah) yang saling bersitegang setiap kali bertemu di dalam
rumah. Setiap apa yang dilakukan oleh Diah, dari mulai pakaian, ucapan, dan
tingkah laku, tidak pernah mendapatkan pujian dari sang ibu. Bahkan, ibunya
selalu mencelanya dengan kata-kata yang melukai perasaannya. Salah satu
contonya yaitu ketika Diah mengikuti kegiatan organisasi pemuda desa, ibunya
selalu berkata bahwa kegiatan tersebut tidak ada gunanya. Pernah sekali, Diah
berusaha menyenangkan hati ibunya, dengan cara memasakkan makanan untuknya.
Namun, tak ada ungkapan terima kasih yang keluar dari mulut ibunya, yang keluar
hanyalah kata-kata bahwa Diah hanya belajar dan terus belajar dan tidak pernah
mencoba memasak. Hati Diah pun lelah mendengar kata-kata tajam yang menusuk.
Hingga akhirnya, terdapat kesempatan bagi Diah untuk melanjutkan ke bangku
kuliah. Ia belajar dengan sekuat tenaga agar bisa menjauh dari ibunya. Diah pun
berhasil pergi melanjutkan pendidikannya. Hingga akhirnya ia sukses menjadi
penulis dan menghasilkan uang yang dikirimkan setiap bulan untuk ibunya. Suatu
hari, kakaknya, yang tinggal di desa mengirimkan surat mengenai ibunya yang
sakit. Diah pun tertegun. Ia akhirnya memtuskan kembali ke rumahnya dulu untuk
melihat ibunya walaupun masih dalam perasaan sedikit benci terhadap ibunya.
Pertemuan keduanya bergitu mengharukan, yang mana ibunya selalu mendoakan
setiap langkah yang Diah lakukan. Selama ini beliau keras terhadap Diah, agar
Diah siap mengahadapi sulitnya hidup, dan menjadi wanita yang tegar yang tidak
akan kalah dengan kesulitan yang menghadang. Beliau juga selalu menyimpan uang
yang Diah berikan. Ibunya tidak pernah memakai uang tersebut sedikitpun. Uang
itu ditujukan untuk pernikahan Diah. Diah kaget, bahwa selama ini ibunya selalu
memperhatikannya dan menyayanginya.
Dari kisah ini dapat diambil hikmah bahwa seorang Ibu akan menyayangi
anaknya sepanjang masa. Tidak mungkin perkataan seorang ibu tidak ada maksud
yang baik di dalamnya.
Selain kisah di atas, buku ini juga menceritakan banyak kisah yang akan
menyentuh hati setiap orang yang membacanya dan memberikan kesadaran kepada
diri setiap orang hal yang baiknya.
RESENSI
NOVEL PADANG BULAN
HIDUP ITU PERJUANGAN
Judul Buku : Padang BulanPenulis : Andrea Hirata
Penerbit : Bentang Pustaka,Yogyakarta
Cetakan : Pertama, Juni 2010
Jenis Buku : Novel
Tebal Buku : xii + 254 halaman ; 20,5 cm
Andrea Hirata lahir di Belitong pada tanggal 24 Oktober 1982. Andrea
merupakan penulis novel fenomenal Laskar Pelangi. Selain menulis Laskar
Pelangi, Andrea juga menulis Sang Pemimpi, Edensor, serta Maryamah Kaarpov.
Keempat novel tersebut tergabung dalam tetralogi. Keempat novel itu juga sudah
terbit dalam edisi Internasional di berbagai Negara.
Setelah keempat novel itu, Andrea Hirata kembali menulis novel. Padang
Bulan merupakan novel kelimanya setelah keempat novel sebelumnya. Jika keempat
novel sebelumnya tergabung pada tetralogi, Padang Bulan merupakan novel pertama
dari dwilogi Padang Bulan.
Kisah dari novel bermula ketika seorang anak kelas enam SD yang bernama
Enong harus berhenti bersekolah karena harus mencari nafkah bagi keluarganya
setelah ayah tercintanya meninggal dunia. Enong yang begitu mencintai pelajaran
bahasa inggris harus berjuang mencari kerja untuk menghidupi keluarganya agar
adik – adiknya tidak putus sekolah. Perjalanan penuh cobaan dan usahanya yang
tiada henti menjadi sajian di dalam novel ini.
Bukan hanya Enong saja yang sengsara, Ikal yang dilanda kecemburuan
juga sengsara dan kesakitan. Akibat dari cinta pertamanya terhadap seorang
perempuan tionghoa, hidupnya menjadi berantakan. Berantakan karena kecemburuan
Ikal terhadap lelaki lain. Kegilaan- kegilaan Ikal dan sahabat karibnya,
Detektif M Nur dalam menjalani hidup bersama sebagai seorang pengangguran
menjadi sajian yang unik dan tentu sangat menarik.
Novel Padang Bulan karya Andrea Hirata ini mengisahkan orang-orang
melayu di kampung Belitong. Semua hal yang disajikan dalam buku ini benar-benar
menarik. Bahasanya mudah untuk dipahami, sehingga buku ini dapat dibaca untuk
segala umur. Apalagi buku ini juga menyajikan humor.
Dari novel Padang Bulan ini, pelajaran yang dapat dipetik adalah hidup
ini penuh cobaan. Sehingga, jangan biarkan cinta membutakan segala-galanya.
Harus tetap berusaha dalam hidup dan harus selalu ikhlas.
Resensi Novel Cinta di Dalam Gelas
MENELAAH
KEHIDUPAN di WARUNG KOPI
Judul Buku : Cinta di Dalam GelasPenulis : Andrea Hirata
Penerbit : Bentang Pustaka, Yogyakarta
Cetakan : Pertama, Juni 2010
Jenis Buku : Novel
Tebal Buku : vi + 270 halaman ; 20,5 cm
Andrea Hirata adalah penulis novel Best Seller asal Belitong. Ia
merupakan penulis novel fenomenal Laskar Pelangi. Novel Laskar Pelangi bahkan
tidak hanya terbit di Indonesia, bahkan terbit di berbagai Negara. Tetralogi
Laskar Pelangi yang terbit di luar Indonesia itu merupakan edisi Internasional.
Prestasinya ini membuat penulis- penulis Indonesia mulai dipandang lagi di
tingkat Internasional.
Novel keenam yang tulis Andrea Hirata adalah Cinta di Dalam Gelas.
Novel ini terbit setelah novel Padang Bulan. Yang menarik, novel ini merupakan
novel kedua dwilogi Padang Bulan. Novel Cinta di Di Dalam Gelas ini
menceritakan tentang kehidupan sosial masyarakat melayu. Novel ini menceritakan
Ikal yang bekerja di warung kopi pamannya. Lewat warung kopi iyulah ia
menemukan banyak pelajaran hidup yang sangat penting.
Kebiasaan-kebiasaan orang melayu di Belitong diceritakan di novel ini.
Mulai dari cerita tentang warung kopi, tempat berkumpulnya orang-orang Belitong
sampai apa saja yang mereka lakukan dan bicarakan di warung kopi itu. Yang
menarik dari novel ini adalah Ikla yang mampu menemukan filosofi tentang kopi
dan para penikmatnya.
Novel ini juga menceritakan tentang Enong dengan caturnya. Mulai dari
ia belajar sampai mengikuti kejuaraan catur. Dalam usahanya memenangkan
kejuaraan catur, ia dibantu oleh Ikal dan Detektif M Nur. Novel Cinta di Dalam
Gelas ini menyajikan suguhan menarik seputar masyarakat Belitong. Bahasa yang
digunakan dalam novel ini sangat mudah dipahami, sehingga dapat dibaca segala
usia. Apalagi filosofi-filosofinya sangat menarik dan ilmiah.
Sayangnya, novel ini tidak menceritakan perjuangan Ikal, Detektif M
Nur, dan Enong seperti novel pertamanya, Padang Bulan. Padahal dengan novel
pertamanya, para pembaca berharap mendapat cerita kelanjutan dari usaha mencari
kerja. Yang diceritakan hanya kisah Enong dengan caturnya. Andai kisah Ikal dan
Detektif M Nur dalam usaha lepas dari status pengangguran disisipkan dalam
novel ini, novel ini akan benar-benar lengkap.
Dari novel Cinta di Dalam Gelas ini, banyak pelajaran yang dapat kita
petik. Bahwa segala sesuatunya ada hikmah dan pelajaran. Bahkan kita bias
belajar dari siapa saja dan dari apa saja yang ada disekitar kita.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar